Kesadaran Riset Industri Tinggi, tetapi Dukungan Rendah


JAKARTA, KOMPAS.com - Minat industri Indonesia untuk mengembangkan inovasi berbasis riset sebenarnya tinggi namun dukungan pemerintah masih rendah.

Hal tersebut diungkapkan oleh dewan juri Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Science Based Industrial Innovation Awards, L.T. Handoko dan Erman Aminullah saat ditemui Kompas.com, pada Selasa (1/10/2013) kemarin.

"Yang dilakukan beberapa industri itu terus terang di luar dugaan kita. Banyak yang kita tidak tahu," kata Handoko.

Handoko yang menjadi juri dalam kategori physical science mengatakan, salah satu inovasi berbasis riset yang dilakukan industri adalah pembuatan material serupa plastik dari bahan baku ketela. Tidak cuma berhasil diciptakan, material itu juga telah diekspor dan digunakan sebagai pengganti plastik.

Inovasi lain adalah sistem billing yang dibuat oleh perusahaan teknologi informasi yang tidak hanya dipakai lembaga dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Sementara, Erman mengungkapkan bahwa riset dan inovasi dalam bidang life science juga tak kalah mumpuni. Untuk menghasilkan produk, beberapa industri di Indonesia melakukan riset-riset sains dasar yang tak kalah hebat dengan negara lain.

"Banyak riset yang telah dilakukan dan itu mendasar. Seperti riset kanker dan sel punca. Industri Indonesia bahkan ada yang memiliki pusat riset di luar negeri," ungkap Erman.

Erman dan Handoko sepakat, walaupun potret secara umum industri Indonesia masih minim riset, minat kalangan industri untuk melakukan penelitian agar menghasilkan inovasi sebenarnya sudah tinggi.

"Industri sudah sadar bahwa inovasi penting untuk tetap hidup dan inovasi harus berbasis riset," kata Erman.

Lewat LIPI Science Based Industrial Innovation Awards, LIPI berupaya mengapresiasi industri yang telah melakukan riset dan mendorong industri lain untuk juga melakukannya. Namun, kata Handoko, niat industri perlu didukung kebijakan pemerintah yang memberi insentif serta proteksi bagi industri yang melakukan riset.

Editor : Yunanto Wiji Utomo


http://sains.kompas.com/read/xml/2013/10/02/1659308/Kesadaran.Riset.Industri.Tinggi.tetapi.Dukungan.Rendah
◄ Newer Post Older Post ►
 

© mehrir Powered by Blogger