Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Erupsi Misterius Abad Ke-13 Diduga Berasal dari Gunung di Lombok

KOMPAS.com — Ilmuwan berpikir bahwa mereka telah menemukan gunung yang mengakibatkan erupsi misterius pada abad ke-13.Erupsi yang berlangsung pada tahun 1257 tersebut begitu besar sehingga jejak kimiawinya ditemukan di Arktika dan Antartika.Teks pada masa pertengahan di Eropa menunjukkan bahwa erupsi berdampak pada iklim yang lebih dingin secara tiba-tiba dan kegagalan panen.Dalam publikasi di jurnal PNAS, ilmuwan mengungkapkan, gunung api yang bertanggung jawab pada peristiwa itu adalah Gunung Samalas yang berada di Lombok.Saat ini, tak banyak struktur gunung asli yang tersisa, hanya sebuah kawah danau rakasasa yang menjadi jejak keberadaannya. Tim ilmuwan mengaitkan sulfur dan jejak letusan yang ada di kutub dengan data yang diperoleh dari riset di Lombok, mencakup radiokarbon, tipe, dan penyebaran batuan, serta debu, lingkaran pohon, dan bahkan sejarah lokal yang terkait peristiwa erupsi abad ke-13."Bukti-buktinya sangat kuat dan menarik," kata Clive Oppenheimer dari Camb…

Dua Persen Tanah Mars adalah Air

KOMPAS.com - Hasil analisa senggenggam tanah dari permukaan planet Mars menyatakan sepersekian persen materialnya mengandung air. Analisa dilakukan di bagian perut robot milik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), Curiosity, yang tengah menjelajah Mars.Hasil penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Science dan dilansir Kamis (26/9/2013). Jurnal ini sendiri merupakan satu dari lima makalah dalam seksi khusus misi Curiosity selama di planet merah."Satu penemuan paling menggembirakan dari sampel solid yang didapat dari Curiosity adalah adanya presentase air dalam tanah," ujar Laurie Leshin, Dekan Sains dari Rensselaer Polytechnic Institute, yang juga pemimpin penelitian."Sekitar dua persen tanah di permukaan Mars tersusun atas air yang merupakan sumber daya luar biasa," demikian ditambahkannya. Sampel yang didapat Curiosity diketahui juga melepas karbon dioksida, oksigen, dan komponen belerang ketika dipanaskan. Penemuan besar ini makin menegaskan bahwa di planet te…

Pertama Kali, Ilmuwan Berhasil Membuat \"Molekul Cahaya\"

KOMPAS.com — Partikel cahaya atau foton selalu tidak memiliki perilaku seperti partikel materi. Foton bisa menembus satu sama lain serta tidak berikatan satu sama lain membentuk struktur yang lebih besar. Hal itu selalu diajarkan di setiap kelas fisika dasar.Namun, kini berbeda. Tim ilmuwan yang dipimpin oleh profesor fisika dari Harvard University, Mikhail Lukin, dan Vladan Vuletic dari MIT, mampu membuat foton bisa berikatan dengan foton lain, menciptakan sebuah "molekul cahaya". Sebelumnya, hal ini hanya ada dalam angan-angan."Apa yang kita lakukan adalah membuat medium khusus di mana foton berinteraksi satu sama lain dengan kuat dan berperilaku seolah-olah memiliki massa dan berikatan satu sama lain membentuk sebuah molekul, " kata Lukin."Ketika foton ini berinteraksi satu sama lain, mereka mendorong dan membelokkan satu sama lain. Fisika yang terjadi pada molekul ini seperti yang ada dalam film (lightsaber dalam Star Wars)," imbuh Lukin seperti dikut…

Peristiwa Langka, Kodok Memakan Kelelawar

KOMPAS.com - Yufani Olaya, seorang penjaga hutan Taman Nasional Cerros de Amotape, Peru mengirimkan foto ini ke Phil Torres, biolog asal Peru yang memublikasikan di blognya.Torres menyebutkan, dokumentasi ini merupakan penampakan langka - dan kemungkinan yang pertama - dari sebuah katak puru sedang memakan kelelawar. Katak puru (Bufo marinus), merupakan hewan asli Amerika Selatan dan bisa tumbuh sampai berbobot dua kilogram. Katak ini merupakan pemangsa "yang sangat oportunis" dan membuat mereka menjadi momok meski di tempat-tempat yang bukan asal mereka, seperti Australia.Meski demikian, Torres tetap tidak bisa membayangkan bagaimana seekor amfibi agresif seperti katak puru bisa menangkap kelelawar yang mobilitasnya tinggi. Untuk itu, ia menghubungi Olaya untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait serangan tersebut.Olaya mengatakan pada Torres bahwa "tiba-tiba kelelawar itu terbang menuju mulut katak tersebut, yang tampaknya bagaikan sedang menunggu dengan mulut …

Diakah Sang Penerus Stephen Hawking?

KOMPAS.com - Ketika berusia 20an, Stephen Hawking didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Dokter memprediksi bahwa dia hanya akan bertahan hidup tiga tahun. Tapi, Hawking bertahan dan menjadi fisikawan dan kosmolog paling ternama di abad ini.  Kini, Hawking sepertinya punya "junior". Jacob Barnett, kini berusia 14 tahun, pada usia 2 tahun didiagnosis menderita autisme sedang hingga parah. Dokter memprediksi bahwa dia tak akan bisa bicara, membaca, dan melakukan hal-hal dasar dalam hidupnya. Namun, prediksi itu meleset. Barnett sekarang menjadi remaja cerdas. Pada usia 14 tahun, ia telah terdaftar menjadi mahasiswa program master bidang fisika kuantum. Tingkat kecerdasarn Barnett (IQ), menurut BBC, mencapai 170, melebihi Einstein. Ia bahkan sudah diprediksi akan meraih nobel.Sejak memasuki Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI) pada usia 10 tahun, Barnet telah memukau pengajar, rekan, dan keluarganya dengan kecerdasannya yang diperkirakan…

Ditemukan, Kerangka Manusia Berusia 18 Abad di Karawang

KOMPAS.com - Staf pemugaran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang menemukan tiga kerangka manusia di situs Batu Jaya Karawang, Jawa Barat (27/9/2013). Menurut Komara Lana, salah seorang staf tekno arkelologi, penemuan tiga kerangka ini tak disengaja."Untuk mengisolasi candi dari air, kami akan membuat saluran. Pada saat melakukan penggaliaan tentunya didahului dengan eskavasi. Dari eskavasi inilah ditemukan tiga kerangka," Komara menjelaskan proses penemuannya.Posisi mereka sejajar hanya berbeda lapisan penggalian. Kerangka itu tidak berada dalam struktur bangunan candi. Dilihat dari ukuran tulang belulangnya tiga kerangka itu diperkirakan dari usia yang berbeda yaitu dewasa, remaja dan bocah.Semua kerangka telah diambil dari tanah kecuali kerangka bocah yang diangkat secara utuh dengan tanahnya yang masih solid. Proses pengangkatan dari lokasi sudah berjalan dari empat hari yang lalu. Sekarang kerangka telah berhasil diangkat lengkap dengan tanahnya."Umur candi …

Setelah \"Hiu Berjalan\", Kini Halmahera Punya \"Tikus Berduri\"

KOMPAS.com - Satu lagi kekayaan biodiversitas Halmahera terungkap. Setelah beberapa waktu lalu ilmuwan mengungkap keberadaan jenis baru "hiu berjalan" di perairan wilayah tersebut, kini ilmuwan mengungkap adanya spesies baru "tikus berduri".Spesies tikus yang kemudian disebut tikus berduri Boki Mekot, sesuai nama tempat penemuannya, itu ditemukan lewat proyek penelitian dari ilmuwan University of Copenhagen dan Museum Zoologi Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).Tim membuat jebakan dengan umpan kelapa bakar dan selai kacang, ditempatkan pada batang pohon dan bukaan liang. Tim kemudian mengambil spesimen tikus serta menganalisisnya baik secara morfologi dan genetik.Dengan analisis tersebut, tim menemukan spesies yang punya nama latin Halmaheramys bokimekot ini. Dalam publikasi di Zoological Journal of the Linnean Society, tim mengungkap bahwa tikus itu bukan sekadar spesies baru, tetapi juga genus baru."Jenis hewan pengerat ini menggarisbawahi besar…

Fosil Penis Beri Petunjuk tentang Seks pada Beruang Purba

KOMPAS.com - Indarctos arctoides, yang berukuran serupa dengan beruang cokelat saat ini menjelajah Prancis, Spanyol, dan Turki sekitar sepuluh sampai 4,5 juta tahun lalu. Sama seperti beruang dan mamalia lainnya, beruang purba memiliki baculum, nama ilmiah untuk tulang penis.Bacula sendiri sangat jarang ditemukan di catatan fosil, baik karena hanya bisa ditemukan di fosil jantan, panjang tulang tersebut membuatnya mudah patah dan dianggap sebagai tulang iga. Namun, Juan Abella, ketua tim penelitian ini beruntung. Ia berhasil mempelajari lima bacula dari sebuah situs yang kaya akan fosil yang memiliki banyak sisa-sisa spesies mamalia purba.Saat ia membandingkan hasil pemindaian 3D dari fosil penis dengan bacula dari delapan spesies beruang yang masih hidup, ia terkejut bahwa I.arctoides memiliki baculum terpanjang di kalangan beruang. Hewan ini memiliki rata-rata panjang tulang penis sekitar 23,3 sentimeter. Bandingkan dengan panjang rata-rata baculum beruang kutub yang hanya 16,8 sent…

Stephen Hawking: Manusia Bisa Hidup Abadi

KOMPAS.com — Stephen Hawking mengatakan bahwa otak mampu berdiri sendiri di luar tubuh dan mendukung manusia untuk memperoleh keabadian. "Saya pikir otak seperti sebuah program dalam pikiran, seperti komputer, jadi secara teoretis sebenarnya mungkin untuk menyalin otak ke komputer dan mendukung bentuk kehidupan setelah mati," kata Hawking seperti dikutip The Guardian, Sabtu (21/9/2013).Namun, menurut Hawking, keabadian seperti yang diungkapkan Hawking masih di luar kapasitas manusia saat ini. Selama ini, berdasarkan kepercayaan yang diyakini, banyak manusia memahami bahwa setelah mati, manusia akan menjadi abadi di alam yang berbeda, bertemu dengan Tuhan serta berada di surga atau neraka sesuai perbuatannya selama hidup.Namun, Hawking menuturkan, "Saya pikir kehidupan setelah mati secara konvensional adalah dongeng untuk orang-orang yang takut pada kegelapan." Keabadian seperti yang diungkapkan Hawking kerap disebut dengan keabadian digital. Dalam hal ini, manusia …

Rumah Kaum Elite Zaman Yesus Ditemukan

KOMPAS.com — Para arkeolog menemukan sisa-sisa bangunan rumah berusia kira-kira 2.000 tahun di kawasan gunung Zion, Jerusalem, yang diharapkan dapat menjelaskan kehidupan orang-orang kaya di zaman Yesus Kristus.Temuan artefak dan petunjuk lain menunjukkan bahwa rumah tersebut milik keluarga kaya Yahudi selama periode awal pendudukan kekaisaran Romawi, kata para peneliti.Seperti diberitakan situs Livescience, di dalam reruntuhan bangunan yang terletak di dekat situs terkenal kerajaan Herodes, tim arkeolog menemukan ruangan kamar mandi dan cangkang siput laut yang digunakan untuk membuat cairan pewarna."Jika reruntuhan rumah ini merupakan kediaman orang kaya Yahudi pada abad pertama, bukan hanya dapat menjelaskan bagaimana kehidupan kaum kaya saat itu, melainkan juga dapat menjelaskan sosok Yesus itu sendiri," kata James Tabor, pimpinan tim penggalian, dalam sebuah pernyataan.Menurut Tabor, yang merupakan ahli sejarah Kristen awal, "Yesus mengkritik gaya hidup kelas elite…

Dorong Anak Terapkan Sains dalam Keseharian

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk membumikan sains, para pelajar didorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sembilan inovasi karya 14 pelajar sekolah dasar yang menyisihkan 646 alat lain dipamerkan dalam acara Kalbe Junior Scientist Award 2013, Sabtu (21/9/2013), di Jakarta. Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) adalah kompetisi produk inovasi berdasarkan sains. Dalam kompetisi itu, para siswa dari kelas IV-VI sekolah dasar diharapkan menciptakan produk orisinal sebagai solusi masalah di sekitarnya. Niko Demus (13) dan Terah Fettrus (13), pelajar kelas VI SD Negeri 17 Nanga Bungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, membuat sistem pemompa air otomatis di perahu tanpa bahan bakar untuk mengatasi masuknya air ke perahu. "Di kampung saya, perahu motor adalah transportasi utama, tetapi perahu sering kemasukan air karena jeram di sana besar," ujar Niko. Mereka memasukkan selang sepanjang 10 sentimeter dan berdiameter 2 sentimeter ke belakang perahu yang dilubangi. Bagian se…

Asyiknya Mengenal Keanekaragaman Hayati Laut di KJSF 2013

KOMPAS.com - Ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) kembali digelar tahun ini, berlangsung hingga Minggu (22/9/2013). Mengangkat tema maritim, pameran ini menyedot minat besar dari anak-anak.Sesuai temanya, KJSF 2013 mengajak anak-anak untuk mengenal lebih dalam tentang lautan di samping bidang sains lainnya. Wahana Kalbe City dibuat untuk menyuguhkan pengetahuan tentang lautan.Di stand dunia bawah laut, anak-anak diajak menikmati simulasi menyelam. Sebuah video memutar beragam flora dauna laut yang bisa dinikmati bila sedang menyelam."Asyik banget. Ada hiu. Keren," ungkap Abigain, siswa kelas 4 SD IKIP Rawamangun yang berkunjung di wahana itu.Abigain juga berkomentar bahwa lewat simulasi tersebut, ia jadi tahu bahwa laut Indonesia kaya akan biota. "Ternyata banyak banget hewan di laut," tuturnya saat ditemui Kompas.com, Sabtu (21/9/2013).Rekan Abigain, Raffa, tak kalah antusias. Ia terinspirasi untuk benar-benar menyelam suatu hari agar bisa menikmati keindahan la…

Karya Anak Kalimantan untuk Memecahkan Masalah Transportasi Sungai

KOMPAS.com - Siswa SDN 17 Nangabungan, Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan memamerkan karya sederhana dan menarik di ajang Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 yang berlangsung hingga Minggu (22/9/2013) di Ecovention, Ancol, Jakarta.Niko Demus dan Tera Petrus, dua siswa sekolah dasar tersebut, menangkap permasalahan yang sering terjadi pada warga kampung halamannya yang kerap menggunakan perahu untuk transportasi. Air sungai kerap masuk ke dalam perahu dan harus dikeluarkan secara manual.Dengan prinsip fisika dasar, Niko dan Tera berupaya memecahkan masalah itu. "Bagian bawah perahu kita beri lubang dan disambung dengan selang," ungkap Niko saat ditemui Kompas.com di sela acara pameran, Sabtu (21/9/2013).Menurut Niko, dengan inovasinya tersebut, pengguna perahu tak perlu mengeluarkan air yang masuk. Air akan dipompa keluar dengan sendirinya saat perahu bergerak dengan kecepatan tertentu. Hasil karya ini telah diujicoba langsung di sungai."Hasilnya memang airnya bisa keluar…

Mengenal Dunia Kesehatan lewat KJSF 2013

KOMPAS.com - "Coba tebak alat apa ini?""Mikroskop.""Gunanya untuk apa?""Untuk melihat bakteri."Begitulah salah satu percakapan yang terjadi antara penjaga stand di Kalbe Junior Science Fair (KJSF) 2013 dengan anak-anak yang mengunjunginya. KJSF adalah pameran sains yang diselenggarakan oleh Kalbe Farma bersama PT Pembangunan Jaya Ancol. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan minat anak pada sains.Mengusung tema maritim, KJSF tahun ini mengajak anak-anak untuk mengenal beragam bidang sains, salah satunya kesehatan.Di salah satu stand dalam wahana bernama Kalbe City, dimana percakapan di atas terjadi, anak-anak diajak untuk mengenal laboratorium, peralatannya, dan apa saja yang dilakukan di sana.Sabtu (21/9/2013), misalnya, anak-anak diajak untuk mengamati amilum atau zat tepung. Anak-anak diajak mengenal bahwa mikroskop juga bisa berfungsi untuk mengamati molekul tertentu.Dalam stand itu, anak-anak juga bisa mengenal beragam …

Yuk Datang ke Pameran Sains Anak di Ancol!

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah punya acara untuk akhir minggu ini? Jika belum, Kalbe Junior Science Fair yang dibuka gratis untuk publik mulai Jumat (20/9/2013) di Ancol bisa jadi pilihan.Ada beberapa hal yang bisa disaksikan di pameran tersebut. Pertama, ada karya anak-anak Indonesia dari 19 provinsi yang akan dipamerkan. Karya tersebut merupakan sembilan karya terbaik Kalbe Junior Science Award yang digelar pada April 2013 lalu. Karya terpilih sebagai yang terbaik dari 655 karya. Selain karya itu, ada juga wahana Kalbe City yang akan mengusung konsep bawah laut, sesuai tema Kalbe Junior Science Fair tahun ini, maritim. Wahana itu akan menyuguhkan beragam inovasi dalam dunia kesehatan, terutama berkaitan dengan bisnis PT Kalbe Farma sebagai perusahaan kesehatan. Anak-anak yang datang juga bisa mengikuti Kalbe Junior Science Competition. Ada kompetisi matematika, komputer, dan robotik yang bisa diikuti. Kompetisi ditargetkan bisa menjaring 3000 peserta. Selain itu, terdapat wahana lai…

Kalbe Junior Science Fair Akan Pamerkan Inovasi Sains Anak Bangsa

JAKARTA, KOMPAS.com- Kalbe Farma bersama PT Pembangunan Jaya Ancol akan menggelar festival sains bertajuk Kalbe Junior Science Fair. Pameran sains anak terbesar yang akan digelar mulai Jumat (20/9/2013) besok hingga Minggu (22/9/2013) itu akan memamerkan karya terbaik anak bangsa dalam bidang sains. Karya-karya yang akan dipamerkan adalah inovasi peserta Kalbe Junior Science Award yang diadakan sejak April 2013 lalu sebagai bagian dari Kalbe Junior Science Fair. Sejumlah 655 karya anak dari 19 provinsi terkumpul lewat ajang tersebut. Kini, telah terpilih sembilan karya anak bangsa terbaik. "Sembilan karya terbaik itu bisa disaksikan di Kalbe Junior Science Fair," kata Widjanarko Loka Djaja, Direktur Sales and Marketing Kalbe Farma sekaligus Ketua Kalbe Junior Science Fair dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Widjanarko mengatakan, Kalbe Junior Science Award bertujuan memberikan kesempatan bagi anak untuk berkreasi. Setiap tahun, animo anak Indonesia untuk mengikuti…

Otak Manusia Paling Aneh yang Pernah Dijumpai

KOMPAS.com - Lihatlah otak di atas! Otak manusia dewasa itu berbeda dengan otak manusia pada umumnya, tidak memiliki tonjolan dan lipatan yang menjadi karakteristik umum otak manusia.New Scientist, Selasa (17/9/2013), mewartakan bahwa otak itu adalah milik seseorang yang tinggal di wilayah yang kini merupakan North Texas State University. Seseorang itu, yang tak secara gamblang dinyatakan jenis kelaminnya, meninggal tahun 1970.Otak itu kini menjadi salah satu koleksi di University of Texas, Austin, Amerika Serikat. Otak disimpan dalam sebuah guci, diberi nomor seri, namun microfilm yang menyimpan rekam medis pemilik otak tersebut hilang.Fotografer Adam Voorhes menghabiskan waktu setahun untuk menggali informasi tentang otak itu dan sekitar 100 otak lain koleksi University of Texas, Austin.Diketahui, pada guci tempat menyimpan otak itu, terdapat keterangan bahwa pemiliknya mengalami agyria, tidak memiliki gyri dan sulci atau tonjolan dan lipatan yang umumnya terdapat pada bagian cerebr…

Konsep Mendesa di Ibu Kota Kerajaan Sriwijaya

KOMPAS.com - Pertanyaan paling kerap dilontarkan mengenai Sriwijaya adalah, "Di mana ibu kotanya?" "Di mana istananya?"Meskipun sebagian besar ilmuwan menyepakati Palembang sebagai pusat Sriwijaya pada periode awal, perdebatan tentang letak ibu kota kerajaan ini selalu muncul. Sebabnya, hingga sekarang belum ditemukan sisa-sisa reruntuhan yang merupakan istana atau keraton Sriwijaya.Mengenai peluang terjadinya penemuan keraton Sriwijaya, para ahli menyatakan kemungkinannya tipis sekali. "Permukiman Sriwijaya dibuat dengan konsep mendesa," jelas Nurhadi Rangkuti, Kepala Balai Arkeologi Palembang. "Rumah-rumah dibangun dengan bahan kayu dan bambu berupa rumah panggung atau rumah terapung," lanjutnya.Hal tersebut karena lokasi permukiman berada di tepian Sungai Musi yang terkadang meluap. Dataran di wilayah Palembang pada masa silam juga banyak berupa rawa.  Hanya bangunan keagamaan yang dibangun oleh Sriwijaya dengan bahan bata merah, mengingat lo…

Inikah Tanda Adanya Makhluk Hidup di Merkurius?

KOMPAS.com — Lihatlah foto hasil jepretan wahana antariksa Messenger yang dirilis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Jumat (13/9/2013). Jika diamati, ada citra serupa manusia yang sedang mengangkat lengannya di foto tersebut. Lihat bagian yang dilingkari.Apakah citra itu menjadi tanda adanya makhluk hidup di Merkurius? Apakah memang ada manusia di planet terdekat dengan Matahari tersebut? Jawabannya, sayangnya, tidak. Citra yang serupa manusia itu sebenarnya hanya blok kuno dari kerak permukaan yang menonjol dari dasar cekungan Caloris di Merkurius. Citra serupa manusia itu merupakan sisa dari material yang lebih keras yang berasal dari masa tumbukan yang membentuk Caloris sekitar 3,9 miliar tahun lalu.Universe Today, Senin (16/9/2013), mewartakan, anggapan bahwa citra tersebut menyerupai manusia yang mengangkat lengannya adalah bentuk dari pareidolia.Pareidolia dalam psikologi merupakan kecenderungan untuk mengaitkan citra yang acak dengan sesuatu yang sudah …

Menara Tak Kasatmata Akan Dibangun di Korea Selatan

KOMPAS.com — Sebuah menara atau pencakar langit baru akan dibangun di dekat Incheon Airport, Seoul, Korea Selatan. Namun, kita semua mungkin tak akan bisa melihatnya. Menara itu didesain untuk tak tampak atau invisible.Diberitakan Discovery, Senin (16/9/2013), GDS Architects, firma arsitektur internasional yang berbasis di Amerika Serikat, telah mendapatkan izin untuk membangun pencakar langit tersebut. Pencakar langit itu nantinya akan berdiri setinggi 450 meter dan dinamai The Tower Infinity.Untuk membuat pencakar langit itu invisible, arsitek akan menggunakan muka LED teknologi tinggi yang mencakup proyektor dan 18 kamera anti-air yang diletakkan secara strategis di permukaan bagian luarnya. Kamera akan menangkap area di belakang gedung secara real time.Hasil jepretan kamera akan secara digital digabungkan sehingga menjadi sebuah panorama. Kemudian, panorama itu akan diproyeksikan kembali ke muka gedung, membuat gedungnya tak tampak. Pada saat-saat tertentu di setiap harinya, penga…

Bill Lancaster, 29 Tahun Tewas dan Tidak Membusuk

KOMPAS.com - Kisah Bill Lancaster mungkin menjadi salah satu cerita penerbangan tragis yang pernah ditulis dalam sejarah. Ia tewas kehausan di tengah Gurun Sahara, di dalam reruntuhan pesawat yang jatuh delapan hari sebelumnya.Lebih menyesakkan lagi, jenazahnya ditemukan 29 tahun kemudian. Tepatnya pada 12 Februari 1962. Lancaster sendiri wafat pada 20 April 1933 dengan meninggalkan buku harian yang merincikan penderitaannya selama menunggu bantuan.Saat ditemukan, jenazah Lancaster sudah termumi, tidak membusuk. Cuaca esktrem di Gurun Sahara, yang panas menyengat di siang hari dan menusuk dingin di malam hari, membantu pengawetan jenazahnya.Lancaster tewas di gurun dalam usahanya memecahkan rekor penerbangan dari Inggris ke Afrika Selatan. Penerbang Inggris ini berangkat pada 11 April 1933 dari Lympne Aerodrome, dekat pantai Kent Selatan, Inggris.Untuk bisa memecahkan rekor tersebut, Lancaster menggunakan pesawat Avro Avian. Sayangnya, pesawat ini dianggap lambat dan agar bisa memenuh…

Seratus Tahun Lalu, \"Sriwijaya\" Dikira Nama Raja

KOMPAS.com - Saat ini kita mengetahui bahwa Sriwijaya adalah nama suatu kerajaan maritim besar. Namun, seratus tahun lalu, pada 1913, kata "Sriwijaya" dikira merupakan nama seorang raja. Sampai dengan saat itu, kata Sriwijaya tidak dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan. Namanya terlupakan selama hampir satu milenium.Adalah J.H.C. Kern, ahli epigrafi di Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (lembaga pengkajian seni dan ilmu pengetahuan Kerajaan Belanda di Batavia), yang menerbitkan teori tersebut. Pada saat itu Kern sedang mengulas isi prasasti Kotakapur yang menyebutkan kata "Sriwijaya". Prasasti tersebut ditemukan pada tahun 1892 di pesisir barat Pulau Bangka.Lima tahun setelah dugaan Kern, pada 1918, barulah kata Sriwijaya berhasil diidentifikasi sebagai nama suatu kerajaan. Hal ini berkat kepandaian George Coedes yang saat itu merupakan Direktur National Library di Bangkok.Penelitian tentang Sriwijaya terus berjalan. Sejauh ini para ahli…

Ditegaskan, Tidak Ada Gunung Api Aktif Bawah Laut di Bengkulu

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat Bengkulu dan sekitarnya tidak perlu khawatir. Tim peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang terlibat survei batimetri di laut Bengkulu dengan kapal riset Baruna Jaya menyatakan bahwa tidak ada gunung api bawah laut di wilayah itu.Tim menyatakan bahwa apa yang diungkapkan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (11/9/2013), tidak benar. Tim peneliti menyatakan, tidak ada ancaman bencana akibat letusan gunung api bawah laut di Bengkulu.Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (16/9/2013) hari ini di Jakarta, BPPT menyatakan bahwa gunung bawah laut memang dijumpai dalam survei yang dilakukan dengan kerja sama beberapa lembaga riset di Indonesia dan Perancis.Dasar gunung tersebut berada di kedalaman 5.000 meter di bawah permukaan laut. Sementara itu, puncak gunung berada di kedalaman 1.280 meter di bawah permukaan laut. Diameter gunung mencapai 40 - 50 kilometer.Meski berbentuk kerucut, observasi lebih…

Rumah Sakit China Mencari Darah Perawan

BEIJING, KOMPAS.com - Rumah sakit di China saat ini sedang mencari darah perawan untuk sebuah penelitian medis. Peking University Cancer Hospital, rumah sakit yang mencari darah perawan tersebut, mengungkapkan  bahwa mereka membutuhkan 100 sampel darah perawan berusia 18 hingga 24 tahun itu untuk penelitian tentang Human Papiloma Virus. Beragam tanggapan datang. Beberapa pihak menilai bahwa upaya tersebut sama saja dengan memuja keperawanan dan melecehkan perempuan."Laki-laki perawan tidak dibutuhkan, hanya perempuan perawan. Bagaimana sebenarnya sains ini?" tulis salah satu pengguna Sina Weibo, media sosial serupa Twitter di China.Pihak rumah sakit menuturkan, donor dari perawan memang dibutuhkan karena perempuan yang masih virgin diduga lebih sulit terinfeksi HPV."Ini sesuai dengan praktik internasional untuk mengoleksi darah perawan, yang berfungsi sebagai substansi kontrol dalam penelitian HPV, karena risiko terkena HPV lebih rendah pada perempuan yang belum pernah …

Memecahkan Teka-Teki Mosaik Jan Toorop di Surabaya

KOMPAS.com - Sebuah foto koleksi Asia Maior mengisahkan panorama gedung-gedung di sekitar Jembatan Merah pada 1918. Tampak gerobak pedati yang ditarik dua sapi, kereta kuda, dan mobil Ford beratap terpal putih tengah melintas. Sebagai latar belakangnya deretan gedung-gedung perkantoran di Willemskade—kini Jalan Jembatan Merah. Namun ada satu gedung yang mencolok dengan kibaran merah-putih-biru dan susunan aksara besi di atapnya: "ALGEMEENE".Gedung Algemeene Maatschappij van Levensverzekering en Lijfrente (Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Tunjangan Hari Tua) dibangun pada 1901. Sang arsitek adalah Hendrik Petrus Berlage (1856-1934), juga sohor dengan julukannya sebagai "bapak arsitektur modern".Tampak depan gedung berlantai dua tersebut menyajikan gaya art-nouveau dengan lengkungan-lengkungan bata merah khas Berlage. Pintu depannya dijaga oleh penanda monumental: dua patung singa bersayap—yang terkesan horor, bahkan hingga hari ini.Meskipun Algemeene sudah bangkrut…

Gelas Tertipis di Dunia Berhasil Diciptakan Tanpa Sengaja

KOMPAS.com - Ilmuwan secara tak sengaja menciptakan gelas paling tipis yang pernah ada, cuma setebal dua atom.Penemuan secara kebetulan itu dimasukkan dalam Guiness Book of Records edisi tahun 2014 yang baru saja diterbitkan. Peneliti dari Cornell University dan University of Ulm di Jerman yang berperan dalam penemuan gelas tertipis ini sebelumnya tengah membuat graphene, salah satu material paling tipis dan kuat di dunia. Mengamati dengan mikroskop elektron, ilmuwan menemukan "kotoran" dalam graphene yang mereka buat. Ilmuwan kemudian menyadari bahwa "kotoran" itu adalah lapisan dua dimensi gelas yang tersusun atas silikon dan oksigen.Lapisan gelas tersebut terbentuk ketika udara yang bocor menyebabkan lapisan tembaga, yang juga digunakan dalam membuat graphene, bereaksi dengan prapen yang tersusun atas kuarsa, mineral yang terdiri atas silikon dan oksigen.Hasil observasi ilmuwan pertama kali dideskripsikan dalam jurnal Nano Letters yang terbit Januari 2012. Penem…

Ada \"Kacang Raksasa\" di Pusat Galaksi Kita

KOMPAS.com — Ilmuwan berhasil mengungkap bentuk dari tonjolan pusat atau buldge di pusat galaksi kita, Bimasakti. Terungkap, jantung galaksi Bimasakti tersebut berbentuk seperti kacang.Bagian pusat Bimasakti memiliki 10.000 bintang dan merentang sejauh ribuan tahun cahaya. Karena debu, gas, dan banyaknya bintang yang mengaburkan pandangan, pusat Bimasakti tersebut sulit untuk diteliti.Data dari proyek penelitian Two Micron All Sky Survey (2MASS) yang dilakukan sebelumnya mengungkap bahwa pusat Bimasakti berbentuk menyerupai huruf X. Lewat riset terbaru, dua tim ilmuwan mendeskripsikan bentuk bulge Bimasakti dengan lebih baik, yakni serupa kacang.Tim pertama dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics di Jerman menganalisis data teleskop Visible and Infrared Survey Telescope for Astronomy (VISTA) 4,1 meter milik European Southern Observatory di Chile. Dengan memfokuskan pada 2 juta bintang raksasa merah yang karakteristiknya telah dipahami dengan baik oleh para ilmuwan, jara…

Gunung Tertinggi di Amerika Utara Memendek

KOMPAS.com - Puncak gunung tertinggi di Amerika Utara dilaporkan telah menyusut, menurut data baru yang dirilis olehlembaga Survey Geologi Amerika Serikat (USGS).Berdasarkan pengukuran terakhir tinggi Gunung McKinley yang terletak di negara bagian Alaska ternyata menyusut sekitar 25,29m, lebih pendek daripada sebelumnya.Berdasarkan ukuran sekarang tinggi gunung ini adalah 6.166m. Gunung itu terakhir kalinya secara resmi diukur pada tahun 1952, kata para peneliti.Pada saat itu, tinggi gunung dicatat pada 6.194m.USGS berspekulasi bahwa ketinggian berkurang bisa jadi karena teknologi pengukuran saat ini lebih akurat atau karena "perbedaan iklim."Lembaga ini kemudian merilis data tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memperbarui semua peta topografi Alaska.Pengukuran baru ini dilakukan pada 2012 menggunakan radar Interferometric Synthetic Aperture, yaitu sebuah teknologi yang dirancang untuk melacak bentuk digital geografis yang kecil.Gunung McKinley, tujuan populer Klik pend…

Siput Spesies Baru Ini \"Bercangkang Kaca\"

KOMPAS.com — Spesies baru siput ditemukan. Istimewanya, spesies itu hidup di salah satu gua terdalam di dunia, Lukina Jama-Trojama di Kroasia, serta memiliki cangkang yang transparan bak kaca.Nama spesies siput yang ditemukan adalah Zospeum thollusum. Fauna ini buta dan hidup secara permanen di dalam gua.Ilmuwan dari Goethe University, Frankfurt, dan Biospeleological Society di Kroasia menemukan satu spesimen fauna ini, mengidentifikasi, dan memublikasikan temuannya di jurnal Subterranian Biology.Hewan itu ditemukan pada kedalaman 980 meter dalam sebuah ruang gua tak bernama yang penuh batu dan pasir, serta memiliki aliran air kecil.Spesies dalam genus Zospeum punya keterbatasan dalam gerak. Tapi, pilihan hidup di habitat berlumpur dan fakta bahwa mereka biasa hidup di dekat drainase gua, menunjukkan bahwa mereka tidak immobile.Menurut ilmuwan, spesies dalam genus tersebut biasanya menyebar dengan bantuan aliran air atau dengan menumpang pada mamalia.Lukina Jama-Trojama adalah gua ter…

Inilah Hewan Paling Buruk Rupa di Dunia

KOMPAS.com — Blobfish (Psychrolutes marcidus) dinobatkan sebagai hewan paling buruk rupa oleh Asosiasi Sains Inggris pada Kamis (12/9/2013).Lebih dari 3.000 orang berkontribusi dalam pemilihan hewan paling buruk rupa itu. Dari sejumlah pemilih, ada 765 suara yang menyatakan bahwa blobfish adalah hewan terburuk.Diwartakan Physorg, Kamis (12/9/2013), blobfish adalah hewan berwarna merah jambu yang hidup di perairan dalam Pasifik. Hewan ini acap kali menjadi korban aktivitas penangkapan ikan memakai pukat.Sementara, runner-up hewan terburuk dipegang kakapo, burung beo yang menyerupai burung hantu dari Selandia Baru. Posisi ketiga adalah axolotl, amfibi dari Meksiko yang kadang disebut "walking fish".Dengan dinobatkannya blobfish sebagai fauna paling buruk rupa, maka spesies itu dinobatkan sebagai maskot Ugly Animal Preservation Society, organisasi yang berpusat di Inggris.Pemilihan hewan paling buruk rupa tidak bertujuan untuk olok-olok, tetapi untuk meningkatkan kepedulian ter…

Voyager 1 Dipastikan Telah Meninggalkan Tata Surya

KOMPAS.com - Ilmuwan pada Kamis (12/9/2013) memastikan bahwa wahana Voyager 1 telah meninggalkan Tata Surya.Wahana yang tampak seperti piringan satelit dan televisi kuno dengan antena mirip telinga kelinci itu diluncurkan pada tahun 1977 untuk menyelidiki planet-planet di Tata Surya.Menantang semua risiko, Voyager terus melaju dan kini sampai pada jarak 19 miliar kilometer dari Matahari, di sebuah tempat yang dingin dan gelap, wilayah antarbintang."Kita berada di ruang antarbintang untuk pertama kalinya," kata ed Stone, ilmuwan dalam program Voyager."Kita sampai di sana. Ini sesuatu yang kita semua harapkan sejak kita memulai misi 40 tahun lalu," imbuhnya.Voyager 1 sendiri memiliki kembaran, yakni Voyager 2, yang diluncurkan 36 tahun lalu dengan misi utama menyelidiki Jupiter dan Saturnus.Wahana kembar tersebut menangkap citra detail cincin Saturnus serta mengungkap adanya gunung berapi di bulan Jupiter, Io.Voyager 2 melaju menuju Uranus dan Neptunus sebelum misi w…

Terpotret Kamera, Katak Ikut \"Meluncur\" Bersama Wahana LADEE

KOMPAS.com — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis beberapa foto momen peluncuran wahana Lunar Atmosphere and Dust Environment Explorer (LADEE) dari Wallops Flight Facility, Virginia, pada Jumat (6/9/2013). Ada satu foto NASA yang paling menarik perhatian. Bukan momen peluncuran atau wahana LADEE-nya yang menarik untuk dilihat dalam foto itu, melainkan karena adanya katak yang tertangkap ikut terangkat bersama wahana antariksa.NASA menyatakan bahwa katak dalam foto itu nyata, bukan rekayasa. "Tim foto mengonfirmasi bahwa katak itu nyata dan terpotret dalam foto yang sama oleh salah satu kamera yang digunakan untuk mengabadikan proses peluncuran," demikian dinyatakan NASA.Allard Beutel, juru bicara NASA, seperti dikutip International Business Times, Jumat (13/9/2013), mengatakan, "Ada 8-9 foto dalam urutan itu. Namun, foto ini adalah satu-satunya yang menunjukkan adanya katak."Universe Today, Kamis (12/9/2013), mewartakan bahwa di landasan p…

Sudah Dilarang, Ikan Aligator Masih Dijual Bebas

JAKARTA, KOMPAS.com — Ikan spesies invasif karnivora, khususnya jenis ikan aligator dan piranha, masih dijual bebas di Jakarta. Padahal, ikan-ikan itu sudah dilarang dijual bebas.Pedagang mengatakan, sejauh ini tak ada sosialisasi pemerintah. "Setiap bulan terjual hampir 60 ekor. Tahun 2011 bisa 100 ekor per bulan," kata Tamrin, penjual ikan aligator di Jalan Kartini Raya, Jakarta, Rabu (11/9/2013). Ia memulai usahanya tahun 2011.Penjual ikan piranha di Kompleks Pasar Inpres Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ace, mengatakan, penjualan kedua jenis ikan itu pernah dilarang akhir 1990-an saat ia masih berjualan di Pasar Barito, Jakarta Selatan. Namun, larangan itu tak pernah disosialisasikan lagi meski tempat berjualan diperiksa petugas Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan tiap tiga bulan.Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2009, sebelas jenis ikan piranha (Characidae) masuk dalam 30 spesies ikan yang dilarang masuk Indonesia. Alasannya, ik…

Benarkah Gajah Purba Punah karena Diburu Manusia?

KOMPAS.com — Peneliti menemukan bukti bahwa perubahan iklim —bukan manusia— yang nyatanya menjadi penyebab utama kepunahan gajah purba atau mammoth.Analisis DNA menunjukkan bahwa jumlah klik gajah purba sudah mulai berkurang, jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya seiring dengan berubahnya iklim di dunia.Pandangan banyak ilmuwan tentang gajah purba adalah bahwa spesies ini memiliki populasi melimpah.Namun, menurut ilmuwan yang memimpin penelitian, Dr Love Dalen dari Swedish Museum of Natural History, penelitian telah menggeser pandangan sebelumnya. "Mereka adalah spesies yang cukup dinamis yang mengalami kepunahan lokal, ekspansi, dan migrasi. Hal ini sangat menarik bahwa begitu banyak yang terjadi pada populasi mereka," katanya kepada BBC News.Dr Dalen bekerja dengan para peneliti di London untuk menganalisis sampel DNA dari 300 spesimen gajah purba yang dikumpulkan oleh mereka sendiri dan kelompok lain dalam studi sebelumnya.PerdebatanLewat analisis DNA ini,…

Pameran Sains Anak Terbesar di Indonesia Akan Digelar Minggu Depan

JAKARTA, KOMPAS.com — Pameran sains anak terbesar akan digelar di Jakarta akhir minggu depan, 20-22 September 2013.Bernama Kalbe Junior Science Fair (KJSF), pameran itu terselenggara berkat kerja sama PT Kalbe Farma dan PT Pembangunan Jaya Ancol. Pameran akan diadakan di Econvention Ancol."Pameran ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi anak-anak untuk belajar sains sekaligus bermain," kata Widjanarko Loka Djaja, Direktur Sales and Marketing Kalbe Farma sekaligus Ketua KJSF, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/9/2013)."Lewat pameran ini, kami ingin membangun ketertarikan anak-anak pada sains sehingga di masa depan Indonesia punya concern pada sains," imbuh Winarto, Direktur Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol.KJSF kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Setelah tahun lalu mengambil tema dunia antariksa, tahun ini KJSF mengambil tema maritim.Dalam KJSF, pengunjung bisa menyaksikan berbagai wahana dari Pusat pengembangan Iptek Taman Mini Indonesia Indah dan…