Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

5 Hewan dengan Kemampuan Regenerasi Mengagumkan

KOMPAS.com — Hewan dapat saja kehilangan anggota tubuhnya, tetapi beberapa spesies mampu meregenerasi bagian tubuh tersebut. Saking mudahnya hewan-hewan ini meregenerasi, tidak jarang spesies tersebut dijuluki ahli regenerasi, kemampuan inilah yang tak dapat ditandingi oleh manusia.Axolotl (salamander meksiko)Sekilas mungkin Anda pernah melihat hewan ini, tapi memang namanya belum terlalu populer. Axolotl merupakan hewan pekerja keras, ia mampu meregenerasi anggota tubuh yang hilang mulai dari ekor, otak, jantung, hingga rahang bawah. Kemampuan regnerasi axolotl menjadikannya subyek penelitian favorit bagi para ilmuwan.James Monaghan, seorang ahli biologi di Boston Northeastern University, mengungkapkan, jika axolotl mengalami kelumpuhan di bagian belakang, mereka dapat mengembalikan fungsi kakinya."Mereka mampu menciptakan seluruh neuron baru dan penghubung baru yang memungkinkannya menggunakan kaki mereka kembali. Ini benar-benar salah satu contoh pemulihan yang sangat luar bia…

Apakah Sains Membuat Manusia Bermoral?

KOMPAS.com — Tuhan dan agama diyakini mampu memberi tuntutan. Ajaran agama mengajak orang untuk tidak menghakimi orang lain, peduli kepada orang lain, dan tidak membunuh dan mencuri, walau tidak selalu dilakukan oleh yang memercayainya.Di sisi lain, sains memberi banyak pencerahan, misalnya tentang alam semesta, sebab penyakit, dan sebagainya. Pencerahan dalam sains membantu manusia bersikap. Contoh, tak perlu mendiskriminasi dan menjauhi penderita HIV/AIDS karena toh penyakit itu tak ditularkan dengan mudah tanpa kontak darah.Sementara itu, Tuhan dan agama diakui berpengaruh terhadap moralitas, bagaimana dengan sains? Apakah memang benar bahwa selain mampu menguak banyak hal di alam dan membantu kehidupan manusia, sains juga membuat manusia lebih bermoral?Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, 6 Maret 2013 lalu, tim ilmuwan dari University of California Santa Barbara yang dipimpin oleh C Ma-Kellams menyatakan bahwa keyakinan pada sains juga memengaruhi moralitas.Kesimpul…

Ngarai Raksasa Ditemukan di Bawah Lapisan Es Greenland

KOMPAS.com — Ngarai raksasa ditemukan di bawah lapisan es yang menyelimuti wilayah Greenland.Ngarai raksasa itu ditemukan secara tak sengaja kala ilmuwan melakukan survei untuk memetakan dasar Greenland menggunakan radar.Anggota tim British Antartic Survey, misi yang menemukan fitur geografis ini, mengungkapkan bahwa sangat mengagumkan bisa menemukan struktur yang semula tak pernah dilihat.Ngarai itu panjang, mengular dari wilayah tengah Greenland ke pantai di utara wilayah tersebut. Sebelum es ada di wilayah itu, ngarai ini merupakan bagian dari sungai besar yang mengalir ke Laut Arktik.Kini, wilayah ngarai itu ditutupi es. Es yang menutupinya begitu tebal, mencapai 3 kilometer. Dengan ketebalan lapisan es tersebut, diketahui bahwa wilayah tengah Greenland sebenarnya jeblok hingga 200 meter di bawah permukaan laut.Para pakar mengungkapkan, ngarai berperan mengalirkan air yang meleleh ke laut di bagian utara Greenland.Ngarai ini ditemukan saat para ilmuwan tengah melakukan penyelidika…

Curiosity Memotret Matahari Saat Berbentuk Donat

KOMPAS.com — Kita pernah melihat Matahari tercuil ataupun berbentuk cincin. Namun, pernahkah kita melihat bintang induk di Tata Surya itu berbentuk donat?Robot kendaraan milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sukses mengabadikan Matahari yang berbentuk donat, saat bulan Mars, Phobos, menutupi muka Matahari.Ya, tepat. Peristiwa itu sejatinya adalah gerhana Matahari. Matahari, Mars, dan Phobos terletak dalam satu garis lurus. Hal ini sama dengan gerhana Matahari di Bumi, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.Bedanya, karena ukuran Phobos yang kecil, hanya 22 km, area Matahari yang tertutupi tak sebesar area Matahari saat Bulan yang berdiameter 3.474 berada di mukanya.Curiosity mendarat di Mars pada 12 Agustus 2012. Wahana ini telah mengungkap beberapa fakta penting tentang Mars, misalnya keberadaan air. Kini, Curiosity tengah dalam perjalanan ke wilayah Gunung Sharp.Citra gerhana Matahari dari Mars ini terbilang mengagumkan. "Ini adalah citra yang paling de…

Kehidupan di Bumi Mungkin Berasal dari Mars

KOMPAS.com - Dari mana kita semua berasal? Studi terbaru mengungkapkan bahwa kehidupan di Bumi mungkin berasal dari Mars. Baru-baru ini, ilmuwan menganalisis sebuah meteorit yang berasal dari Mars. Mereka menemukan adanya unsur bernama molybdenum dalam bentuk yang telah teroksidasi. "Hanya bila Molybdenum ada dalam bentuk yang sangat teroksidasi maka unsur itu bisa memengaruhi permulaan kehidupan," kata Steven Benner dari Westheimer Institute for Science and Technology di Florida.Molybdenum dalam bentuk yang sangat teroksidasi tidak bisa ditemukan di Bumi. Sebabnya, bumi pada awal terciptanya kehidupan, sekitar 3 miliar tahun lalu, miskin unsur oksigen.Para peneliti percaya, unsur Molybdenum yang teroksidasi mendorong terciptanya makhluk hidup di Bumi.Molekul organik memang syarat utama terciptanya kehidupan. Namun, molekul ini butuh pemantik lain sehingga kehidupan benar-benar tercipta.Panas dan cahaya akan mengubah sup molekul menjadi menyerupai aspal. Para ilmuwan percaya…

Adakah Proses yang Berlawanan dengan Big Bang?

JAKARTA, KOMPAS.com - Teori yang paling populer tentang penciptaan alam semesta adalah Dentuman Besar alias Big Bang. Dari proses itu, semesta tercipta dan mengembang.Satu pertanyaan menggelitik kemudian. Adakah proses yang berlawanan dengan Big Bang tersebut? Situs astronomi Langitselatan menguraikan bahwa memang ada proses yang berlawanan dengan Big Bang, bernama Big Crunch? Seperti apa Big Crunch dan bagaimana prosesnya? Berikut uraiannya.The Big Crunch adalah salah satu skenario akhir alam semesta. Kita tahu alam semesta saat ini diamati mengalami pemuaian ruang. Kita juga bisa menghitung laju seberapa cepat alam semesta memuai dan ini dinyatakan dalam besarnya konstanta Hubble.Dengan mengetahui seberapa cepat alam semesta memuai, kita dapat menghitung seberapa besar gaya gravitasi yang dibutuhkan objek-objek alam semesta untuk dapat menghentikan pemuaian alam semesta. Gaya gravitasi total objek-objek di alam semesta bergantung pada kepadatan alam semesta, dan kepadatan yang dibut…

Akhir 2013, China Bakal Mendarat di Bulan

KOMPAS.com - China akan mengirimkan roket untuk mendarat di bulan pada akhir tahun 2013. Rencana tersebut diungkapkan oleh State Administration of Science, Technology and Industry for National Defence, China.Menurut informasi yang dipublikasikan kantor berita Xinhua, perencanaan dan konstruksi Chang'e-3, sebuah misi dengan pesawat tak berawak telah selesai. Secara resmi proyek tersebut kini sudah memasuki "fase implementasi peluncuran".Kantor berita tersebut melaporkan, Chang'e-3 akan diluncurkan akhir tahun ini, seraya mengungkapkan bahwa mereka akan melihat pesawat pengorbit milik Cina mendarat di Bulan untuk pertama kalinya, setelah menggunakan teknik yang masih dirahasiakan untuk memperlambat kecepatan pesawat tersebut.Dalam mitologi China, Chang'e merupakan seeorang wanita yang tinggal di sebuah istana di Bulan. Program antariksa Cina sendiri dioperasikan oleh angkatan bersenjata setempat.Oleh Beijing, program ruang angkasa bernilai miliaran dolar tersebut d…

Hiu \"Berjalan\" Jenis Baru Ditemukan di Halmahera

JAKARTA, KOMPAS.com — Harta karun laut dari kawasan Segi Tiga Terumbu Karang kembali diungkap, kali ini di wilayah Halmahera. Ilmuwan mengonfirmasi keberadaan spesies baru hiu berjalan di wilayah tersebut yang kemudian dinamai Hemiscyllum halmahera. Kisah penemuan hiu berjalan itu cukup panjang, bermula dari foto yang diambil oleh penyelam asal Inggris, Graham Abbott, di perairan selatan Halmahera pada tahun 2007. Abbot mengirim foto jepretannya kepada Conservation International (CI) untuk menanyakan apakah foto menunjukkan spesies hiu berjalan sama dengan yang ditemukan di Kaimana dan Cendrawasih, yang baru saja ditemukan saat itu. Dari foto itu, ilmuwan di CI menyadari adanya perbedaan. Tahun 2008, bekerja sama dengan pemerintah provinsi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Khairun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan The Nature Conservancy (TNC), CI melakukan survei potensi konservasi kelautan dan pariwisata bahari di Halmahera, di mana hiu berjalan…

Kerangka Manusia Prasejarah Kembali Ditemukan di Goa Kidang

BLORA, KOMPAS.com — Tim Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan kembali kerangka manusia prasejarah di Goa Kidang, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dari ketiga temuan itu, tim mempertajam riset tata cara Homo sapiens merawat dan mengubur jenazah di dalam goa karst.Goa Kidang berada di kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Blora. Goa itu berupa ceruk gunung karst sedalam kira-kira 15 meter dari permukaan tanah bukit karst. Untuk masuk ke dalam goa, harus menuruni jalan setapak.Ketua Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani, Selasa (27/8/2013), mengatakan, kerangka ketiga ditemukan dalam posisi meringkuk. Saat ini baru terlihat bagian tangan dan punggung.Tahun lalu, tim menemukan kerangka dalam posisi yang hampir sama pula. Dari hasil uji karbon, ketiga kerangka diperkirakan berusia 7.770-9.600 tahun."Mereka menggunakan goa di pegunungan karst, Pegunungan Kendeng Utara, sebagai tempat tingg…

Makam Inggris Berkisah tentang Perang Napoleon di Jatinegara

KOMPAS.com - Sebelum Lord Minto bertugas sebagai Gubernur Jenderal pada 1807 di India, sejatinya dia telah berencana untuk mengurangi kendali Prancis atas pulau Mauritius, Bourbon, dan Jawa. Pada 1810 Belanda takluk atas Prancis, sehingga seluruh daerah kekuasaannya dicaplok Prancis—termasuk Jawa. Napoleon Bonaparte menunjuk seorang Belanda bernama Jenderal Jan Willem Janssens sebagai Gubernur Jenderal di Jawa yang menggantikan Herman Willem Daendels. Sementara itu Inggris berusaha melanjutkan peperangannya terhadap Prancis. Perang Inggris-Prancis boleh dikata sebagai perseteruan bebuyutan sejak awal milenium kedua silam. Panggung Perang Napoleon di Eropa pun menjalar hingga ke Jawa.Apa yang dibayangkan Minto terlaksana. Sebuah ekspedisi militer Inggris bergerak melintasi Samudra Hindia menuju Jawa pada pertengahan 1811. Ekspedisi tersebut dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Samuel Auchmuty, seorang Amerika yang pernah membantu Inggris dalam Perang Kemerdekaan Amerika.Hampir 12.000 tent…

Eksistensi Unsur Baru di Bumi Dikonfirmasi

KOMPAS.com - orang tua anak yang duduk di bangku sekolah menengah kini harus membantu anaknya menghafalkan satu unsur lagi. Peneliti dari Lund University mengonfirmasi keberadaan unsur baru di Bumi, unsur yang belum dikenal sebelumnya.Tim peneliti internasional dipimpin oleh peneliti dari universitas tersebut mengonfirmasi unsur super berat dengan nomor atom 115. Eksperimen untuk mengonfirmasi keberadaan unsur ini dilakukan dilakukan di fasilitas riset GSI di Jerman."Ini eksperimen yang sukses dan salah satu yang paling penting di bidangnya," kata Dirk Rudolph, profesor bidang fisika atomik di Lund University yang memimpim penelitian, seperti dirilis Lund University, Rabu (27/8/2013).Unsur tersebut bersifat sangat radioaktif, eksis hanya dalam waktu kurang dari satu detik sebelum meluruh menjadi atom yang lebih ringan. Dalam riset, peneliti berhasil memproduksi isotop dari unsur tersebut, yang mengalami transformasi menjadi partikel lain lewat proses radioaktif bernama pelur…

Bukti Adanya Air di Bawah Permukaan Bulan Ditemukan

KOMPAS.com — Sekian lama, manusia percaya bahwa Bulan adalah lingkungan yang kering dan tak memiliki air. Kini, pandangan tersebut dibantah oleh penemuan terbaru. Ilmuwan menemukan adanya air magmatik, air yang berasal dari bagian dalam Bulan dan muncul ke permukaan.Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ada di wahana milik India, Chandrayaan-1. Rachel Klima, pakar geologi keplanetan dari John Hopkins University memublikasikan temuan itu di jurnal Nature Geoscience.Keberhasilan pengungkapan air magmatik di Bulan dimulai dari hasil penelitian lima tahun lalu. Saat itu, ilmuwan mengungkap bahwa interior Bulan tidak sekering dugaan. Lalu, ilmuwan juga berhasil menemukan air berupa lapisan tipis yang diduga berasal dari angin Matahari yang menumbuk permukaan Bulan.Memang, penelitian tersebut tidak langsung memberi tanda keberadaan air magmatik. Namun, dari temuan itu, ilmuwan …

Benarkah Ada Lubang Cacing Penghubung Antar-Semesta?

KOMPAS.com — Semesta mungkin bukan hanya satu, dan di antara semesta terdapat lubang-lubang yang menghubungkannya. Benarkah teori itu?Agus Suprasetyono menanyakannya kepada situs astronomi Langitselatan. "Saya pernah lihat film Contact, tentang perjalanan manusia menuju bintang melalui istilahnya lubang cacing. Apakah lubang cacing itu, dan apakah ada," tanyanya.Syafik dari Purwokerto juga punya pertanyaan mirip. "Apakah benar bahwa wormhole itu jalan pintas ke semesta lain?" tanyanya.Nah, apakah memang ada lubang cacing itu? Berikut uraian situs Langitselatan.Secara teori memang benar wormhole aka lubang cacing ini merupakan solusi matematis mengenai hubungan geometris antara satu titik dalam ruang-waktu dengan titik yang lain, dimana hubungan tersebut bisa berperilaku sebagai 'jalan pintas' dalam ruang-waktu. Tapi, sampai saat ini belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaannya, baik dari pengamatan maupun secara eksperimen.Lantas, apa itu lubang cacing…

Ilmuwan Menciptakan Aurora di Dalam \"Botol\"

KOMPAS.com - Aurora biasanya hanya bisa disaksikan di wilayah lintang tinggi Bumi saja. Namun, aurora kini mungkin bisa disaksikan siapa saja di wilayah mana saja. Ilmuwan berhasil menciptakan aurora di dalam sebuah botol.Guillaume Gronof dan Sam Walker dari Letourneau University di Texas, menembakkan partikel bermuatan ke medan magnet di dalam botol. Hasilnya, mereka berhasil menciptakan aurora, tiruan akan apa yang terjadi di ketinggian 80 kilometer di atas permukaan Bumi.Gronof dan walker tepatnya menciptakan aurora dalam alat serupa botol bernama Planeterrella. Di dunia, ada sepuluh Planeterrella. Salah satu Planeterrella ada di Langley Research Center di Virginia, yang dipakai oleh Gronof dan walker.Planeterrella terdiri dari tiga bagian, bola yang melambangkan planet, perangkat yang menghasilkan medan magnet serta bagian yang menghasilkan partikel bermuatan. Sebuah Planeterrella bisa terdiri atas lebih dari satu bola planet.Planeterrella adalah pengembangan dari Terrella, alat y…

Piala \"Ajaib\" Bukti Kemahiran Romawi Kuno dalam Nanoteknologi

KOMPAS.com — Siapa bilang nanoteknologi hanya milik manusia yang hidup pasca-era industri? Sebuah piala yang tersimpan di British Museum membuktikan bahwa Romawi Kuno juga sudah mengenal nanoteknologi.Piala berbahan gelas tersebut bernama Lycurgus Cup, memiliki hiasan figur Raja Lycurgus dari Thrace, Romawi Kuno. Piala ini menyimpan teka-teki yang baru terpecahkan pada tahun 1990.Teka-teki pada piala itu adalah kemampuannya berubah warna sesuai dengan arah sumber cahaya yang diterima. Bila cahaya diarahkan dari depan, piala berkilau hijau. Bila cahaya diarahkan dari belakang, piala berkilau merah.Tahun 1990, terungkap bahwa perbedaan kilau cahaya berdasarkan arah sumber cahaya tersebut disebabkan oleh komponen perak dan emas penyusunnya.Ilmuwan mengungkap, orang Romawi saat itu menghaluskan partikel emas dan perak hingga berukuran 50 nanometer, lebih kecil dari seperseribu ukuran butiran garam.Penghalusan emas dan perak tersebut yang merupakan bentuk nanoteknologi dan merupakan kunci …

Benarkah Ini Makam Alexander Agung?

KOMPAS.com - Arkeolog yang melakukan ekskavasi di Yunani mengklaim telah menemukan makan Alexander Agung.Alexander Agung adalah salah satu pemimpin besar dan tak terkalahkan pada masa lalu. Pada saat kematiannya di usia 32 tahun 323 SM, Alexander Agung menguasai wilayah Mesir, Persia, dan Asia, membangun kerajaan terbesar di dunia.Obyek yang sejatinya ditemukan oleh para arkeolog adalah gundukan bangunan berbentuk piramida di sebuah situs di Amphipolis, dekat kota macedonia, 600 km di utara Athena. Gundukan bangunan tersebut punya dinding berlapis marmer, diperkirakan berasal dari abad ke 4 SM. Alexander Agung meninggal di Mesopotamia, kini wilayah Irak, karena sebab yang masih misterius. Hingga kini, makam pemimpin besar itu belum ditemukan.Punya panjang 498 meter dan tinggi 3 meter, gundukan bangunan tersebut diduga merupakan kompleks makam petinggi dari Macedonia, besarnya 10 kali lebih besar dari makam Phillip II dari Macedonia, ayah Alexander Agung. Arkeolog percaya, gundukan ban…

Sistem Operasi BandrOS Buatan LIPI Akomodasi Kebutuhan Khusus

JAKARTA, KOMPAS.com - Memperingati ulang tahunnya yang ke 46, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada Senin (26/8/2013) memperkenalkan sistem operasi untuk telepon genggam pintar buatannya yang diberi nama BandrOS. BandrOS dikembangkan sejak tahun 2010. L,T. Handoko, Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI yang terlibat pengembangan ini mengatakan, nama BandrOS merupakan singkatan dari Bandung Raya Operation System.Handoko mengatakan, BandrOS dikembangkan untuk mengakomodasi keperluan umum seperti game, messaging, dan sebagainya. Namun, kelebihan BandrOS adalah kemampuan mendukung keperluan khusus seperti peringatan dini bencana dan anti sadap."BandrOS ke depan bisa dimanfaatkan untuk perkantoran, pemerintah, ataupun rumah sakit. Di rumah sakit, BandrOS yang dicangkokkan pada ponsel bisa dimanfaatkan untuk memantau pasien," kata Handoko saat ditemui Kompas.com di sela peluncuran sedan listrik Hevina LIPI di Puspiptek Serpong, kemarin.Keperluan khusus setiap pemakai itulah y…

Menristek: Sedan Listrik LIPI Mantap!

JAKARTA, KOMPAS.com — Sedan listrik Hevina yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akhirnya diserahkan kepada Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, Senin (26/8/2013). Sedan listrik ini direncanakan akan menjadi salah satu kendaraan dinas Menristek.Hari ini, seusai penyerahan yang berlangsung di Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Menristek langsung mencoba sedan listrik itu. Keluar dari lobi gedung itu, Menristek pertama melirik bus listrik yang juga didesain dan dikembangkan LIPI. Namun, perhatian Menristek dalam sekejap beralih ke sedan listrik Hevina."Oh, ini ya sedan saya," kata Gusti.Gusti kemudian mendekati sedan listrik itu, lalu masuk dan menghidupkan mesin. Gusti pun mulai mencoba menyetir. Gusti sempat kesulitan untuk menyetir. "Belum terbiasa pakai ini," katanya kepada para wartawan.Gusti pun lantas keliling di sekitar Puspiptek sebelum akhirnya kembali di depan lobi Gedung Widya Bhakti. Begitu mobil berhenti, Gusti mel…

Mobil Listrik LIPI Antisipasi Jangka Panjang

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-46 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Senin (26/8/2013) ini, diluncurkan hasil riset bus dan sedan listrik di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang Selatan. Teknologi kendaraan ramah lingkungan tersebut merupakan antisipasi jangka panjang ketika sarana transportasi makin kesulitan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan."Setidaknya, dalam lima tahun ke depan kendaraan listrik mulai dibutuhkan. Teknologi material kendaraan sudah siap, kendalanya pada teknologi baterai yang belum bisa menampung energi sesuai yang diharapkan," kata Adi Santosa, peneliti senior pada Pusat Penelitian Telematika dan Mekatronika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Bandung, Minggu.Selain bus dan sedan listrik, LIPI juga meluncurkan telepon seluler pintar Smartphone Bandros (singkatan dari Bandung Raya Operating System). Telepon seluler pintar tersebut dirancang antisadap dengan menggunakan sistem op…

Globe Tertua, Benarkah Terkait Leonardo da Vinci?

KOMPAS.com — Globe (bola dunia) tertua ditemukan di  Florence, Italia, diperkirakan dibuat awal tahun 1500-an dari 2 buah bagian bawah telur unta. Globe diukir (digambar) dengan detail yang samar-samar tentang peta Amerika berdasarkan sumber yang berhasil dikumpulkan oleh para penjelajah Eropa seperti Christopher Columbus dan Amerigo Vespucci.Menurut Washington Map Society, globe tersebut juga dihiasi dengan gambar monster, gelombang yang terjalin satu sama lain, bahkan seorang pelaut. Penemuan ini mengundang rasa penasaran peneliti asal Belgia S Missinne, mengenai seluk beluk globe mulai dari asal, tanggal dibuatnya, geografinya, dan lain-lainnya."Setelah semua orang tidak mengetahui mengenai seluk beluk globe tertua ini, dan ini merupakan penemuan yang langka, maka saya bersemangat untuk meneliti lebih jauh lagi. Semakin banyak penelitian yang telah kami lakukan maka kami akan menemukan sebuah hasil penelitian yang besar," ujar S Missinne.Pemiliknya adalah seorang anonim y…

Tahun Tersingkat di Alam Semesta

KOMPAS.com - Satu tahun secara astronomi didefinisikan sebagai waktu sebuah planet mengelilingi bintang induknya atau dikenal dengan waktu revolusi. Satu tahun di antara planet satu dengan yang lainnya bisa beragam, salah satunya dipengaruhi oleh jarak antara planet dan bintangnya.Kini, astronom mengetahui suatu tempat yang mengalami tahun tersingkat di alam semesta. Tempat itu adalah benda langit bernama KOI 1843.03 yang baru saja ditemukan astronom Massachusets Institute of Technology (MIT) dari data wahana Kepler. Satu tahun di planet itu setara dengan 4 jam 15 menit Bumi.Roberto Sanchis-Ojeda, mahasiswa pasca sarnaja MIT yang terlibat penelitian ini menduga bahwa KOI 1843.03 merupakan sebuah planet. Namun demikian, kebenarannya masih perlu dikonfirmasi. Yang jelas, benda langit tersebut nyata.Mengorbit bintang sangat cepat, KOI 1843.03 pasti memiliki jarak yang sangat dekat. Dengan jarak tersebut, Sanchis-ojeda mengungkapkan bahwa massa jenis benda langit itu pasti sangat tinggi, …

Cerita Pembuat Batu Bata di Metropolitan Majapahit

KOMPAS.com - "Saya rawat, tidak akan saya jual," ujar Ruskan dengan bahasa Jawa halus. "Kalau perlu saya melakukan pekerjaan lain." Dia merupakan pembuat batu bata berusia 65 yang menemukan bangunan air dari bata ketika sedang menggali tanah di belakang rumahnya, Nglinguk Wetan pada Desember 2009.Atas kesadarannya, dia melaporkan ke BP3 dan merawat temuan yang mirip kolam seluas lapangan bola voli itu. Ruskan pun rela tidak melanjutkan penggalian lagi karena lahannya berada di situs bersejarah. Bahkan, dia memilih membeli tanah dari luar Trowulan untuk bahan baku batu batanya. Kini, cucunya diangkat sebagai juru pelihara kolam kuno itu.Tulus Andrias sedang sibuk di bengkelnya ketika saya bertandang. Lelaki kurus bersuara lirih ini menemukan 16 artefak besi dan gading di galian linggan (pabrik batu bata tradisional) di belakang rumahnya, Desa Sentonorejo, pada April 2010. Tak hanya itu, dia juga melaporkan atas temuan 16 sumur kuno di lokasi yang sama.Tulus diganjar…

Di Planet Ini, Setiap Hari adalah Tahun Baru

KOMPAS.com - Manusia harus menunggu 365 hari Bumi untuk bisa merayakan tahun baru. Namun di planet Kepler 78b, manusia bisa merasakan setidaknya 2 kali tahun baru setiap satu hari Bumi. Usai lelap tertidur, manusia akan bangun di tahun yang berbeda.Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya adalah pada periode revolusi planet mengelilingi bintangnya. Jarak Kepler 78b dengan bintangnya 40 kali lebih dekat dari jarak Merkurius ke Matahari. Sekali revolusi atau satu tahun di planet itu setara dengan 8,5 jam di Bumi. Dirilis MIT News, 19 Agustus 2013, Kepler 78b sejatinya adalah planet yang baru saja ditemukan oleh tim ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Tim ilmuwan menemukannya dengan metode transit, yakni melihat turunnya intensitas cahaya bintang saat planet melintas di mukanya.Data intensitas cahaya bintang telah didapatkan sebelumnya. Dalam penelitian ini, ilmuwan menganalisis data dengan bantuan metode matematika bernama Fourier untuk membantu menandai nai…

\"Monster Laut\" Bertanduk Terdampar di Spanyol

KOMPAS.com — Jasad seekor "monster laut" terdampar di pantai Spanyol dan telah membuat bingung para ahli. Diberitakan The Cleveland Leader, Kamis (22/8/2013), hewan yang termasuk jenis ikan ini mempunyai panjang empat hingga lima meter dan tampak memiliki tanduk di kepalanya.Ketika ditemukan terdampar pada pantai Luis Siret di Villaricos, Spanyol, tubuh binatang ini telah membusuk. Karena itulah, para ahli kesulitan untuk mengidentifikasi jenis dari makhluk ini.Masyarakat lokal penasaran apakah binatang ini merupakan makhluk mitos yang berasal dari laut dalam. Banyak yang menduga jika ia adalah dinosaurus, raksasa laut, Loch Ness, atau ikan dayung.Paco Toledano, juru bicara PROMAR Sea Life Defence Program, mengatakan bahwa mereka telah mengirim informasi mengenai jasad ini kepada ahli lain. Mereka berharap, para ahli dari tempat lain mampu mengidentifikasi makhluk ini.Sementara itu, Dean Grubbs, ahli ikan dari Florida State University yang mengkhususkan diri pada spesies hiu…

Peneliti Harus Mampu Berkomunikasi dengan Publik

JAKARTA, KOMPAS.com - Thomas djamaluddin, profesor riset dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang Jumat (23/8/2013) hari ini menerima penghargaan Sawrwono Prawirohardjo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik peneliti.Thomas mengatakan, salah satu pencapaian yang berhasil diraihnya selama menjadi peneliti astronomi sejak 1987 adalah komunikasi publik dalam tulisan populer di media massa maupun media sosial. Thomas menulis 100 artikel astronomi di media massa dan banyak tulisan pendek di blog-nya."Saya selalu menikmati berbagi ilmu dalam bahasa awam. Saya berprinsip, sebagai peneliti kita harus bisa berkomunikasi dengan publik dengan memberikan informasi yang mencerdaskan, menjelaskan, dan mengingatkan," kata Thomas dalam orasinya saat menerima penghargaan.Informasi mencerdaskan, kata Thomas, adalah informasi yang memberi pengetahuan baru bagi publik. Dalam bidangnya, Thomas banyak memberikan informa…

Thomas Djamaluddin Raih LIPI Award

JAKARTA, KOMPAS.com - Penghargaan Sarwono Prawirohardjo atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Award ke 12 yang diberikan dalam rangka ulang tahun LIPI ke 46 jatuh kepada peneliti astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.Thomas yang merupakan doktor dari Kyoto University, Jepang, dikenal sebagai peneliti yang banyak bicara tentang isu keantariksaan, mulai fenomena astronomi seperti gerhana, misi antariksa, cuaca antariksa seperti badai Matahari, hingga hisab dan rukyat dalam kaitannya dengan penentuan hari raya umat Islam.Penghargaan kepada Thomas diberikan di Gedung LIPI, Jumat (13/8/2013). Hadir dalam pemberian penghargaan adalah Kepala LIPI, Lukman Hakim, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan yang memberikan memorial lecture serta sejumlah peneliti.Kepala LIPI dalam sambutannya menyebut bahwa Thomas adalah peneliti yang telah menunjukkan prestasi dan pengbdian untuk mengembangkan dan memasyarakatkan ilmu pengetahuan. Kontri…

Studi: Religiusitas Berkorelasi Negatif terhadap Kecerdasan

KOMPAS.com — Benarkah orang religius punya kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan dengan orang ateis?Jawaban pertanyaan tersebut mungkin akan menyakitkan hati beberapa pihak. Namun, studi terbaru yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Review menunjukkan bahwa rata-rata orang yang religius memiliki kecerdasan yang lebih rendah.Miron Zuckerman dan Jordan Siberman dari University of Rochester dan Judith Hall of Northeastern University adalah yang melakukan studi tersebut.Keduanya melakukan metaanalisis dari 63 studi yang dilakukan antara tahun 1928 hingga 2012. Dengan cara ini, keduanya mengecek kembali sampel studi, kualitas analisis, metode penelitian, serta bias yang mungkin ada dalam setiap studi.Hasil analisis menunjukkan bahwa 53 studi menyatakan bahwa orang-orang religius memang memiliki kecerdasan lebih rendah. Hanya 10 studi yang menyatakan sebaliknya.Kecerdasan dalam studi ini didefinisikan sebagai kemampuan mengemukakan alasan, merencanakan, menyelesaikan …

Riset Geokimia Mengubah Sejarah Sumatera

KOMPAS.com - Konsep pembentukan pulau Sumatera yang selama ini diyakini oleh para ahli ternyata salah. Prof Dr Iskandar Zulkarnain, Profesor Riset LIPI yang dikukuhkan pada Rabu (21/8/2013), memaparkan hal tesebut dalam orasi berjudul "Geokimia Batuan sebagai Jendela Proses Geologi Masa Lalu dan Lentera Pemandu Penemuan Endapan Logam."Semula, diyakini bahwa dalam proses pembentukkannya, blok Sibumasu dan blok Sumatera bagian barat, yang keduanya bersifat kontinen (benua), bertabrakan sehingga membentuk Patahan Sumatera yang membentang sepanjang bagian utara hingga selatan Pulau Sumatera. Karena sifat kedua blok pembentuk Sumatera sama-sama kontinen, maka seluruh Pulau Sumatera dianggap sebagai tepian dari benua Eurasia yang bersifat homogen.Sementara itu, diyakini pula tumbukan antara lempeng samudera (lempeng Hindia - Australia) dan lempeng daratan Eurasia (termasuk Sumatera) telah menimbulkan subduksi (penunjaman) di lautan yang sejajar dengan pulau-pulau kecil di barat Su…

LIPI Dorong Industri Tingkatkan Inovasi Berbasis Riset

KOMPAS.com — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan memberikan penghargaan kepada perusahaan yang menjadikan inovasi berbasis ilmu pengetahuan sebagai strategi bisnisnya. Penghargaan yang akan diberikan bernama LIPI Science Based Innovation Award (LIPI SBII Award).Berdasarkan siaran pers LIPI yang diterima Kompas.com, Rabu (21/8/2013), penghargaan ini bertujuan untuk mendorong sekaligus mengapresiasi industri yang telah melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas produk serta menunjukkan kepada masyarakat tentang pentingnya inovasi untuk daya saing nasional.Inovasi berbasis pengetahuan diperlukan dengan besarnya persaingan dengan produk-produk luar. Saat ini, produk dalam negeri terus tergerus. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah rendahnya kualitas dan minimnya inovasi. Kebanyakan inovasi di Indonesia hanya berupa kemasan dan desain.Seleksi bagi perusahaan untuk meraih penghargaan ini masih dibuka. Industri bisa mengunduh formulir keikutsertaan di pappiptek.lipi.go.…