Langsung ke konten utama

Di Bawah Bayang-bayang Bulan


Muh. Ma'rufin Sudibyo*

KOMPAS.com - Seiring proses kelahirannya yang menakjubkan, Bulan purba terus berkembang mengikuti alunan waktu. Sebagian besar awan debu yang semula terserak di sekeliling Bumi,  perlahan namun pasti bergabung dengan dua buah bayi Bulan yang kini telah melekat menyatu menjadi Bulan purba. Proses tersebut lantas ditingkahi dinamika internal dalam rupa bergejolaknya vulkanisme Bulan serta dinamika eksternal melalui bombardir asteroid dan komet dalam jumlah dan skala yang tak terbayangkan.

Pada akhirnya, setelah tata surya menjadi lebih tertata dan lebih 'sunyi', Bulan purba pun menemukan bentuknya seperti yang sekarang kita saksikan.

Kini, Bulan merupakan benda langit sferis dengan 3.476 km yang tersusun dari material batuan mirip-bumi (terestrial) dengan kerapatan (densitas) rata-rata 3,34 gram per sentimeter kubik. Massanya setara dengan 7,4 % massa Bumi sementara percepatan gravitasi di permukaannya adalah 16,5 % Bumi.

Sebagai implikasi bersatunya dua bayi Bulan di awal usianya, kini sumbu rotasi Bulan tidaklah tegak lurus terhadap bidang edar Bumi mengelilingi Matahari (ekliptika). Namun, membentuk sudut yang bervariasi antara 3,6 hingga 6,7 derajat. Bandingkan dengan sumbu rotasi Bumi, yang menyudut hingga 23,5 derajat sebagai jejak yang masih tersisa dari hantaman prototheia terhadap protobumi di masa silam.

Orbit Bulan

Bulan kini setia mengelilingi Bumi dalam orbitnya yang lonjong yang jarak rata-ratanya 384.400 kilometer, terhitung dari pusat Bulan ke pusat Bumi, dan kelonjongan (eksentrisitas) sebesar 0,0549.

Orbit yang lonjong ini membuat Bulan pada satu saat akan berposisi lebih dekat ke Bumi hingga menempati titik terdekatnya (perigee) sejauh 358.800 km. Sebaliknya pada saat lain Bulan bakal menjauh hingga menempati titik terjauhnya (apogee) yang sejarak 410.000 km. Dengan orbit seperti itu maka Bulan beredar mengelilingi Bumi pada kecepatan bervariasi antara 0,99 hingga 1,05 km/detik dan memiliki periode orbital (sideris) sebesar 27 hari 7 jam 2 menit.

Nilai periode orbital ini ternyata tepat sama dengan periode rotasi Bulan. Inilah konsekuensi dari fenomena kuncian gravitasi Bumi, yang sekaligus melahirkan interaksi unik di antara Bumi dan Bulan.

Kuncian gravitasi membuat Bulan selalu menghadapkan wajah yang sama ke arah Bumi sepanjang waktu. Bagian ini dikenal sebagai sisi dekat Bulan. Sebaliknya, juga terdapat wajah Bulan yang sama sekali tak pernah kita lihat karena selalu membelakangi kita, yang disebut sisi jauh Bulan.

Bagaimana rupa sisi jauh Bulan, baru kita ketahui pada 1959 silam kala wahana antariksa tak berawak Luna 3 yang diterbangkan eks-Uni Soviet memotretnya untuk pertama kalinya.

Orbit Bulan berinklinasi atau menyudut 5,15 derajat terhadap ekliptika. Terhadap ekuator Bumi, kemiringan itu bervariasi antara 18,29 hingga 28,58 derajat. Dengan demikian proyeksi posisi Bulan di permukaan Bumi tak selalu berimpit dengan garis khatulistiwa, melainkan bervariasi di antara garis 28,58 LU hingga 28,58 LS.

Sebagai konsekuensinya, maka hanya ada dua titik potong di antara orbit Bulan dengan bidang ekliptika yang disebut titik nodal, dalam rupa titik nodal naik (ascending node) dan turun (descending node). Titik nodal berperan dalam gerhana, baik Gerhana Matahari maupun Bulan. Titik nodal turut beredar mengelilingi Bumi dengan periode 18,61 tahun, periode yang disebut siklus nodal dan implikasinya dalam gerhana menghasilkan siklus Saros.

Harus digarisbawahi bahwa parameter-parameter orbit Bulan tidaklah statis, melainkan dinamis seiring waktu sehingga bakal terus berubah. Terlebih, Bulan senantiasa menjauhi Bumi pada kecepatan 3,82 cm/tahun sebagai imbas dari proses kelahirannya yang menakjubkan. Bulan juga senantiasa terganggu gravitasi planet-planet tetangga seperti Venus dan Mars. Akibatnya, nilai inklinasi orbitnya tidak selalu 5,15 derajat, melainkan bervariasi antara 5 hingga 5,3 derajat. Demikian pula kelonjongannya yang tak menetap pada angka 0,0549 melainkan bervariasi antara 0,0432 hingga 0,0666.

Seiring terjadinya kuncian gravitasi, maka berubahnya parameter-parameter Bulan menyebabkan perubahan pada kecepatan rotasi Bumi.

Di masa silam, misalnya 620 juta tahun lalu, jarak rata-rata Bulan lebih kecil dibanding sekarang, yakni hanya 380.900 km. Imbasnya, satu hari di Bumi pada saat itu hanya berumur 21,9 jam sehingga perputaran Bumi mengelilingi Matahari membutuhkan waktu 400 hari, bukan 365 hari.

Fakta tersebut terekam dengan baik dalam lembaran-lembaran fosil kerang yang masih tersisa. Di masa depan, dengan kian menjauhnya Bulan maka kecepatan rotasi Bumi pun bakal kian melambat sehingga sehari pun bakal bernilai lebih dari 24 jam.

Kalender

Meski dinamis, namun perubahan parameter-parameter Bulan cukup kecil jika ditinjau dalam rentang waktu 10.000 tahun terakhir, yakni periode saat peradaban manusia lahir dan berkembang di muka Bumi. Karena kecilnya, maka efeknya tak signifikan.

Dikombinasikan dengan fase Bulan, yakni berubah-ubahnya penampakan Bulan bila dilihat dari Bumi mulai dari menyerupai sabit, separuh (lingkaran), lingkaran benjol hingga lingkaran sempurna (purnama), maka kita melihat Bulan sebagai benda langit yang memiliki siklus fase teratur yang ajek dalam rentangan masa.

Keteraturan dan keajekan tersebut menjadikan Bulan dijadikan dasar bagi beragam sistem penanggalan (kalender) bagi umat manusia di segenap penjuru. Selain Umat Islam, siklus Bulan juga juga dijadikan patokan oleh bangsa Cina, Yahudi, India dan kalangan suku Indian tertentu. Oleh karena itu, tak berlebihan jika sedikitnya sepertiga penduduk Bumi saat ini berada di bawah bayang-bayang Bulan sebagai penanda waktunya.

Kalender yang berbasiskan Bulan berpatokan pada periode sinodis. Ini adalah selang waktu yang dibutuhkan Bulan di antara dua peristiwa konjungsi (ijtima') yang beruntun. Konjungsi secara harfiah adalah 'berkumpul'-nya Bulan dan Matahari, yang secara astronomis terjadi saat pusat cakram Bulan dan pusat cakram Matahari menempati garis bujur ekliptika yang sama.

Dengan menyudutnya orbit Bulan terhadap ekliptika maka fenomena tersebut tak pernah bisa disaksikan, terkecuali jika pada saat yang sama Bulan juga menempati salah satu titik nodalnya sehingga nampak sebagai Gerhana Matahari.

Dalam persepsi umum periode sinodis, Bulan bernilai 29,5 hari. Sebenarnya tidak demikian.  Gangguan gravitasi Venus dan Mars ternyata juga menyebabkan titik nodal orbit Bulan bergoyang maju-mundur (berosilasi) sebesar 1,7 derajat. Demikian pula titik perigee-nya yang berosilasi hingga 12,7 derajat. Salah satu imbasnya adalah bervariasinya nilai periode sinodis Bulan di antara 29 hari 6 jam hingga 29 hari 20 jam.

Imbas lainnya, titik tengah periode sinodis Bulan tak selalu berimpit dengan puncak fase Bulan. Sehingga Bulan purnama tidak selalu jatuh bertepatan dengan tengah-tengah periode sinodis Bulan. 

* Muh. Ma'rufin Sudibyo, Koordinator Riset Jejaring Rukyatul Hilal Indonesia & Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah Kebumen

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


http://sains.kompas.com/read/xml/2013/07/06/1705200/Di.Bawah.Bayang.bayang.Bulan

Postingan populer dari blog ini

40 Arti Bahasa Gaul di Facebook

"Alamat facebookmua apa?"... "Aku banyak teman di facebook!" ... "ada ada gebetan di facebookku..." itulah kata yang sering kita dengar dari manusia - manusia "facebook" karena mereka rela meninggalkan semua pekerjaan hanya mencermati facebook saja. Hingga ada islilah baru untuk manusia - manusia yang sering menggunakannya yaitu "facebooker".
facebooker juga menggunakan bahasa "funky" antara lain seperti berikut :

1. ALAY :
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
2. KOOL :
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay
3. LEBAY :
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006an. Kalo tidak salah Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di a…

Ular Pemangsa Mayat, Mengherankan, Ular Itu Paham Bahasa Manusia

Warga menunjukkan sarang ular di samping sebuah nisan. Meski sudah lama dilepas dan dikembalikan ke tempat semula di lubang kuburan yang ambruk, ular itu sampai sekarang masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Batumar-mar, Pamekasan. Bahkan, sebagian besar masyarakat Batumar-mar meyakini bahwa ular sepanjang 4 meter berdiameter 40 cm yang ditangkap Madin (42), warga Kampung Kabe’en, Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumar-mar, itu sebagai ular jadi-jadian.
Warga menyebut ular itu berjenis cobra, tetapi pengamat ular dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), E Joko Putranto, menduga jenis ular itu sebagai ular sawah atau ular piton. Jika ular piton, maka ular itu kemungkinan merupakan jenis Retikulatus. Ular ini merupakan ular piton yang sisiknya berwarna hitam.
Selain diduga memangsa mayat, ular berkulit hitam dan lorek putih itu dipercaya mengerti bahasa manusia sehingga Madin, yang mengurung ular di dalam kotak kayu berpintu kawat se…

3 Dinosaurus yang Lebih Ganas,Besar dan Kuat dari T-rex

Apa dinosaurus pemakan daging terbesar terkuat, dan terganas? tyrannosaurus? tidak lagi!

Selama 100 tahun terakhir,hanya tyrannosarus yang diketahui sebagai pemakan daging terkuat,bahkan secara mekanis tidak ada yang menyaingi nya,tetapi semua berubah ketika pada tahun 1990-an,3 kerangka yang ditemukan,satu di amerika selatan dan 2 di afrika,dan benar saja si raja karnivora itu pun tergantikan

di post ini saya akan mengurutkan peringkat peringkat dinosaurus karnivora yang lebih besar dari tyrannosaurus rex dari peringkat 3 sampai 1

3# giganotosaurus

adalah dinosaurus pemakan daging terbesar yang pernah berburu didaratan. Ia bahkan lebih besar dari tyrannosaurus rex. Dengan rahangnya yang menyerupai gunting tajamnya dan gigi yang bergerigi, mereka dapat menggigit tembus kedalam daging seperti pisau memotong masuk kedalam mentega. Rahangnya cukup besar untuk menelan seorang manusia dewasa secara utuh! Bila ukurannya tidak membuat takut terlebih dahulu, giganotosaurus mungkin aka…

Sebuah Istana Dalam Perut Bumi (+ foto)

Gua Jeita terletak di tengah sisi-sisi barat pegunungan Libanon, lebih khusus lagi di lembah al-Kalb Nahr, pintu masuk alam adalah sekitar 100 meter (330 kaki) di atas permukaan laut. Ini terletak 5 kilometer (3.1 mil) timur pantai Mediterania dan 18 kilometer (11 mil) utara Beirut masih dalam batas-batas kotamadya Jeita
Gua Jeita tergolong dalam gua berstrata Jurasik Keserouane Bawah-Tengah yang memiliki ketebalan stratigrafi dari 1.000 meter (3.300 kaki) dan terdiri dari dolostone dan kapur micritic. Strata Keserouane menjadi karstified setelah terkena udara dan kemudian terkubur dengan Kapur. Dari pintu masuk gua kedalam .tampak dataran halus datar yang kadang-kadang terputus oleh cascades kecil dan deras. Dari barat, gua Jeita dimulai dengan aula besar dan berliku liku-liku. Melalui beberapa jeram, ukuran menjadi sempit. kemudian meluas dikenal sebagai gua Thompson (250 meter (820 kaki) panjang dan 60 meter (200 kaki) lebar), Grand Chaos 500 meter (1.600 kaki) panjang) dan Mroueh’s …

12 Dewa dan Dewi Yunani Beserta Tugasnya

1) zeus

Zeus adalah raja para dewa dalam mitologi Yunani.
Dalam Theogonia karya Hesiodos, Zeus disebut sebagai "Ayah para Dewa dan manusia". Zeus tinggal di Gunung Olimpus. Zeus adalah dewa langit dan petir. Simbolnya adalah petir, elang, banteng, dan pohon ek. Zeus sering digambarkan oleh seniman Yunani dalam posisi berdiri dengan tangan memegang petir atau duduk di tahtanya. Zeus juga dikenal di Romawi Kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.

Zeus adalah anak dari Kronos dan Rea, dan merupakan yang termuda di antara saudara-saudaranya. Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi dewi penikahan. Zeus terkenal karena hubungannya dengan banyak wanita dan memiliki banyak anak. Anak-anaknya antara lain Athena, Apollo dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helene, Minos, dan Mousai.

Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut d…

Jenis-Jenis Shotgun

Sebuah senapan (juga dikenal sebagai scattergun dan peppergun, atau senapan berburu) adalah senjata api yang biasanya dirancang untuk ditembakkan dari bahu, yang menggunakan energi dari shell tetap untuk menembakan sejumlah pelet bola kecil yang disebut proyektil padat yang disebut shells. Senapan ini mempunyai banyak ukuran, mulai dari 5,5 mm (0,22 inci) bore up sampai 5 cm (2 inci).
1.Remington Model 870


adalah senapan patah dengan sistem pump-action buatan Amerika Serikat yang diproduksi oleh Remington Arms Company, Inc. Senapan ini banyak digunakan untuk keperluan olah raga menembak, berburu dan pertahanan diri. Selain digunakan oleh sipil, senapan ini banyak digunakan oleh penegak hukum dan militer di seluruh dunia.

Senapan ini dikembangkan melalui empat tahapan besar yaitu dengan dibuatnya Remington Model 10 yang kemudian dikembangkan menjadi Remington Model 29. Dengan bantuan John Browning, John Pedersen sebagai desainer senapan ini membuat Remington Model 17 yang man…

Jeritan Mistis Dan Teriakan Allahhuakbar Dari Lubang Misterius di Siberia

Surat kabar berbahasa Finnish yang berjudul ‘Ammennusatia’ pernah lama ini mengungkap kejadian yang misterius. Disebutkan satu tim geologi yang menangani penggalian lubang dengan kedalaman 14,4 Km pada kerak bumi di Siberia (negara pecahan Uni Soviet) mengaku telah mendengar jeritan manusia dari perut bumi. Para ilmuwan khawatir bahwa mereka telah meloloskan suatu ‘kekuatan jahat’ ke atas permukaan bumi. “Informasi yang kami kumpulkan sangat mengejutkan. Kami benar-benar khawatir apa yang mungkin kami dapatkan di bawah” jelas Dr. Dmitri Azzacov, manajer proyek di pinggiran kota Siberia. Hal lain yang mengejutkan adalah temperature tinggi yang ada di dalam putaran bumi. Perhitungan menunjukkan bahwa temperatur mencapai 1,100 derajat Celcius atau diatas 2,000 derajat Fahrenheit’. Dr. Azzacov juga menyatakan ini lebih jauh dari yang diperkirakan, kelihatan hampir mirip api neraka yang dahsyat di pusat bumi. Lebih lanjut, Dr. Azzacov menceritakan, saat itu mesin bor dalam proyek penggal…

Ditemukan Lubang Hitam 5 Kali Lebih Besar dari Massa Matahari

Ditemukan Lubang Hitam 5 Kali Lebih Besar dari Massa Matahari | Dapunta
representasi visual dari suatu sistem biner yang mirip dengan XTE J1859 226 / Foto: Jesús Corral Santana (IAC)

Para periset dari Instituto de Astrofisica de Canarias (IAC) telah menemukan keberadaan satu lubang hitam yang massanya 5,4 kali lebih besar dari massa Matahari.Berlokasi di sistem biner Sinar-X XTE J1859 +226. Observasi tersebut dilakukan dari Gran Telescopia Canarias (GTC), pemerolehan data spekroskopik pertama dari sistem biner untuk dipublikasikan, merupakan penentu penemuan ini.Biner sinar-X merupakan sistem bintang yang tersusun dari objek padat (yang mungkin bintang neuron atau sebuah lubang hitam) dan sebuah bintang ‘normal’ Objek padat itu mengisap bintang dan menambahkannya pada massanya sendiri, melalui semacam cakram spiral yang dibentuk disekitar sistem biner tersebut. Proses penyerapan ini dikenal dengan akresi. Hanya ada 20 sistem biner, diluar populasi perkiraan sekitar 5000 dal…

Kisah Keturunan Raja Ubiet di Pedalaman Rimba Aceh

Hidup terisolir selama puluhan tahun di tengah Hutan membuat keturunan Raja Ubiet tak tersentuh peradaban modern. Mereka yang dulunya melarikan diri dari kejaran Belanda dari Keumala-Tangse ke pedalaman pucuk Gunung Itam. Ironisnya, mereka baru mengetahui jika Indonesia sudah merdeka pada tahun 1985. Bahkan sampai saat ini ada di antara mereka yang tak pernah makan garam, takut turun gunung karena menganggap Negeri masih di kuasai Belanda. Bagaimana kisahnya?

Raja Ubiet adalah Raja Keumala-Tangse, Aceh Pidie yang membawa pengikut dan keturunannya ke Gunung Itam di gugusan Bukit Barisan di Nagan Raya untuk menghindari kejaran penjajah Belanda. Mereka hidup secara tradisional mengandalkan kemurahan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka hidup dalam peradaban yang nyaris tanpa sentuhan modernisasi.

Saat ini, ada 50 kepala keluarga yang menempati 50 rumah di hulu Sungai Krueng Tripa di pegunungan itu. Mereka dipimpin Teuku Raja Keumala (50), keturunan langsung Raja Ubiet. Teuku R…

10 Kisah Wanita Psikopat Yang Menggetarkan Dunia

Meski sudah sering mendengar kasus wanita yang membunuh korbannya dengan sadis, tapi tetap saja kita semua terperangah begitu muncul kasus-kasus pembunuhan lain yang menyangkut pelaku wanita. sudah kodratnya, wanita digambarkan sebagai manusia lemah lembut dan penyayang, karena itu kalau ada wanita berprilaku di luar dari ‘garis' itu, dianggap sebagai penyimpangan.

Berikut ini daftar wanita-wanita tersadis di dunia berdasarkan kekejian dan jumlah korban yg dibunuh

1. Belle Sorenson Gunness -Korban: 42
Dari 10 nama perempuan tersadis di dunia, Belle Sorens Gunness, berada di peringat pertama. Wanita ini dinilai super sadis yang membunuh para korbannya demi memuaskan kesenangan dan keserakahannya. Diperkirakan Belle telah membunuh 42 korban. Yang mengerikan, wanita ini membabat korbannya karena keserakahannya pada harta benda. Beberapa sejarawan mengatakan, Belle juga telah membunuh dua anaknya dengan cara meracuni mereka hanya agar bisa mengklaim uang…