Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Terungkap, Ternyata Buaya Juga Doyan Buah

KOMPAS.com — Buaya selama ini dikenal sebagai hewan karnivora. Namun, fakta terbaru menemukan bahwa 13 dari 23 spesies buaya ternyata doyan buah.Diberitakan News Sciencist, Selasa (30/7/2013), laporan mengenai kegemaran buaya memakan buah sebenarnya sudah mencuat sejak satu dekade ini. "Namun karena buaya sudah sejak lama dianggap sebagai karnivora, tidak banyak orang yang memperhatikannya," ujar Thomas Rainwater dari US Fish and Wildlife Service di Charleston, Carolina Selatan.Pada sebuah analisis rutin yang dilakukan terhadap buaya Amerika (Alligator mississippiensis) yang tinggal di Taman Nasional Everglades, Florida, Rainwater dan rekannya menemukan sebuah "kolam apel" di dalam perut buaya. Meski begitu, pro kontra mengenai buaya yang merupakan pemakan buah aktif atau tidak aktif masih terus terjadi. Apalagi, buaya adalah binatang yang penuh rahasia dan sering kali mencari mangsa di malam hari.Beberapa pihak berpendapat, mungkin saja temuan tersebut terjadi kar…

Benarkah Hubungan Monogami Didasari Cinta dan Romantisme?

KOMPAS.com - Perilaku monogami yang ditunjukkan oleh beberapa spesies mamalia terdengar romantis. Namun, ternyata perilaku tersebut dilakukan dengan alasan yang lebih rasional daripada sekadar rasa cinta kepada pasangannya.Diberitakan AP, Senin (29/7/2013), dua tim peneliti berbeda menguraikan alasan kecenderungan mamalia untuk bermonogami. Alasan yang diuraikan kedua tim berbeda, namun keduanya setuju untuk tidak memasukkan unsur cinta dan romantisme di dalamnya.Tim pertama dipimpin oleh Christopher "Kit" Opie, antropolog di University College London. Tim ini meneliti primata  yang terdiri dari kelompok kera dan monyet. Mereka menemukan bahwa hubungan monogami yang dijalin satu pejantan dan satu betina merupakan sebuah langkah agar sang ayah mampu melindungi anaknya supaya tidak dibunuh oleh pejantan lain.Opie menganalisis perilaku 230 spesies primata dan memetakannya dalam sebuah pohon keluarga. Dengan menggunakan 10.000 model komputer dan penghitungan matematis tertentu, …

Sejarah Terlupakan, Malam Berdarah di Rumah Bung Karno

KOMPAS.com - Beberapa orang pandu dan pemuda Republikein, masing-masing membawa obor, bersiap membakar tumpukan kayu untuk membuat api unggun. Para pemuda lainnya duduk mengelilingi hangatnya tabunan. Malam itu adalah perhelatan memperingati berdirinya Republik Indonesia yang ketiga, digelar di halaman rumah Bung Karno.Setahun sebelumnya, mereka baru terlepas dari dera aksi polisionil lantaran Perbedaan penafsiran Belanda dan Republik Indonesia terhadap isi Perundingan Linggarjati.Meski proklamasi kemerdekaan telah dikumandangkan sejak 1945 dan berita lahirnya Republik Indonesia telah menyeruak ke seantero dunia, kedaulatan tampaknya belum sepenuhnya ada di tangan para bangsa ini. Pada kenyataannya, Belanda masih sangat berhasrat untuk mengambil permatanya yang hilang ini.Pada 16 Agustus 1948 itu polisi Belanda melepaskan serentetan tembakan yang menyebabkan korban di pihak pemuda. Malam itu terjadi huru-hara. Bentrokan pemuda dan polisi menyebabkan beberapa pemuda lain terluka. Namun…

Mungkinkah Manusia Gua Pawon adalah Moyang Orang Sunda?

BANDUNG, KOMPAS.com- Ekskavasi di Goa Pawon, kawasan karst Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali menemukan tulang manusia goa. Dugaan sementara para arkeolog, manusia goa itu berasal dari masa 9.5000 tahun lalu.Satu pertanyaan mencuat. Jika terkonfirmasi bahwa manusia goa itu berasal dari masa prasejarah 9.500 tahun lalu, mungkinkah manusia tersebut adalah nenek moyang manusia Sunda modern yang hidup saat ini?Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Bandung, Lutfi Yondri, mengatakan bahwa secara kebudayaan, memang ada kemiripan antara manusia Goa pawon dengan manusia Sunda modern saat ini. Salah satunya adalah makanan.Tutut, sejenis olahan makanan berbahan dasar siput sawah kecil yang menjadi salah satu kuliner khas masyarakat Jawa Barat saat ini. Tutut bahkan menjadi salah satu menu wajib di setiap rumah makan atau restoran Sunda. Pada penggalian Goa Pawon selama beberapa tahun ke belakang, Lutfi selalu menemukan fosil-fosil dari sampah makanan …

Lapisan Atmosfer Matahari Paling Misterius Dipotret

KOMPAS.com - Wahana luar angkasa Interface Region Imaging Spectrograph (IRIS) berhasil mengabadikan citra zona antarmuka Matahari, lapisan terendah atmosfer matahari yang berbatasan langsung dengan permukaan bintang itu. Lapisan ini adalah bagian paling misterius yang belum banyak diketahui. Citra lapisan atmosfer Matahari tersebut didapatkan 21 jam setelah tim pengendali misi IRIS membuka pintu teleskop wahana ini."Dengan pembukaan perdana penutup teleskop dan observasi pertama IRIS, kami telah membuka jendela baru tentang energetika dari atmosfer Matahari," ujar John Grunsfeld dari Science Mission Directorate NASA Headquarters di Washington, D.C.IRIS menangkap struktur magnetik tipis dan arus material di atmosfer Matahari. Struktur magentik dan arus material itu diduga merupakan wujud energi besar yang sebelumnya diprediksikan ada di zona antarmuka Matahari.Diberitakan Fox News, Jumat (26/7/2013), struktur magnetik tipis tersebut tampak seperti struktur serat. Ilmuwan sebe…

Inilah Enam Hewan Paling Aneh di Muka Bumi

KOMPAS.com - Tak banyak yang manusia tahu tentang spesies hewan di muka Bumi. Kebanyakan yang diketahui manusia hanyalah hewan-hewan yang lucu, erat dengan keseharian serta hewan-hewan yang terancam punah.Tahukah bahwa Bumi juga menyimpan makhluk-makhluk yang dalam persepsi manusia dianggap aneh? Berikut adalah enam hewan teraneh di muka Bumi seperti disusun oleh all-that-is-interesting.com. Apa saja mereka? Simak uraiannya berikut.Aye-aye
Aye-aye adalah hewan malam yang hanya dapat ditemukan di pulau Madagaskar. Binatang ini hidup hingga ketinggian 700 meter di atas permukaan tanah. Aye-aye hidup dengan memakan serangga yang biasanya tersembunyi di dalam dahan pohon. Untuk mendapatkan makanannya ini, aye-aye dapat melakukan perjalanan sejauh 2,5 mil.Aye-aye akan 'mengetuk' dahan hingga delapan kali per detik untuk mencari sarang serangga. Dengan menggunakan jarinya yang kurus dan panjang, ia akan menggapai dan segera memakan serangga tersebut. Selain kondisi jarinya yang panja…

Habitat Berubah, Orangutan Kalimantan Turun dari Pohon

JAKARTA, KOMPAS.com -Orangutan umumnya dikenal dengan gerakan dan keahliannya dalam berayun dari pohon satu ke pohon yang lain. Namun, kini perilaku orangutan Borneo (Pongo pygmaeus morio) mengalami perubahan. Mereka menghabiskan banyak waktu di permukaan tanah.Sebuah penelitian yang dilakukan di Hutan Wehea, Kalimantan Timur, dan dipimpin oleh Brent Loken dari Simon Fraser University dan Stephanie Shepar dari University of Wisconsin mengungkap perubahan perilaku tersebut.Loken dan rekannya mengamati perilaku orangutan Kalimantan dengan kamera yang diletakkan di area seluas 38 kilometer persegi. Ia berhasil menangkap momen saat orangutan Kalimantan turun dari pohon dan beraktivitas di atas permukaan tanah.Hasil pengamatan menguak bahwa waktu yang dihabiskan orangutan di atas permukaan tanah sebanding dengan monyet ekor babi (Macaca nemestrina). Selama 8 bulan pengamatan, terdapat 110 foto orangutan yang didapati berada di atas permukaan tanah. Sementara untuk monyet ekor babi, ada 113…

\"Pembiusan\" dalam Ritual Kurban Manusia Suku Inca Terungkap

KOMPAS.com — Anak-anak korban ritual kurban manusia Copacocha suku Inca berabad-abad lalu ternyata dibius dengan alkohol dan daun koka sebelum dikurbankan dan ditinggalkan mati.Fakta tersebut diperoleh setelah Emma Brown, arkeolog Departemen Arkeologi University of Bradford, melakukan pengujian pada rambut salah satu mumi korban ritual itu. Temuan dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Ilmuwan sebelumnya menemukan mumi korban ritual Copacocha pada tahun 1999 di sebuah kuil di Gunung Llullaillaco yang terletak pada ketinggian 6.739 meter di atas permukaan laut.Ada tiga mumi yang ditemukan, masing-masing adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang lalu lebih dikenal dengan "gadis Llullaillaco", seorang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan yang berusia sekitar empat atau lima tahun.Ketiga anak korban ritual diperkirakan hidup pasa masa 500 tahun lalu, pada masa Kerajaan Inca mendominasi Amerika Selatan sebelum Eropa datang pada aba…

Bagaimana Bila Ternyata Alam Semesta Tidak Mengembang?

KOMPAS.com - Selama ini pemahaman kita akan asal muasal alam semesta telah didasarkan pada konsep bahwa alam semesta lahir melalui sebuah proses 'dentuman besar', pada suatu ketika di masa lampau.Tetapi apakah benar demikian adanya? Sains selalu didasarkan pada justifikasi yang didasarkan fakta pengamatan. Akan tetapi, untuk mendapatkan justifikasi itu, maka sains selalu terbuka akan interpretasi yang bisa berbeda sama sekali.Sebagaimana yang telah dipahami saat ini, bagaimana astronomi menjelaskan tentang alam semesta diperoleh dari cahaya yang dipancarkan/diserap dari atom-atom dari benda-benda langit, yang ditampilkan dalam warna, atau frekuensi, secara populer disebut sebagai pergeseran merah.Apabila ada materi yang bergerak menjauh, maka dari Prinsip Doppler, warnanya akan cenderung menjadi lebih merah, atau frekuensi yang lebih rendah, dari spektrum elektromagnetik. Prinsip dasar ini yang dipergunakan oleh para perintis teori 'dentuman besar', seperti Georges Lem…

Kisah Orangutan \"Pony\" Bangkit Mendapatkan Kebebasan

KOMPAS.com - Pony, orangutan yang pernah menjadi korban pelacuran, kini memperoleh satu lagi kesempatan untuk hidup bebas. Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah memutuskan untuk memindahkan Pony ke Pulau Kaja sebagai langkah pra-lepasliar.Perjalanan Pony hingga berhasil dinyatakan siap untuk pra-lepasliar menyimpan cerita tersendiri. Semuanya tentang bangkit dari dunia kelam sebagai korban pelacuran hingga kembali meraih "jati diri" sebagai orangutan.Pony terlahir 17 tahun lalu. Pony ditemukan oleh tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di desa Kareng Plangi, Kalimantan Tengah sekitar 10 tahun lalu.Saat ditemukan, kondisi Pony sungguh mengenaskan. Sebagai korban prostitusi, bulu-bulu Pony dicukur habis. Tubuh Pony penuh dengan bekas gigitan nyamuk. Pony sering menggaruk untuk melegakan rasa gatal namun garukan justru memicu infeksi.Tim BOSF dan BKSDA berupaya membawa Pony ke tempat rehabilitasi.…

Pony, Orangutan Korban Pelacuran Itu, Siap Hidup Bebas Lagi

JAKARTA, KOMPAS.com — Masih ingat orangutan betina Pony? Orangutan itu pernah ramai dibicarakan karena menjadi korban praktik prostitusi hewan untuk memenuhi kebutuhan seksual manusia.Kini, kabar gembira datang. Pusat Rehabilitasi Orangutan di Nyaru Menteng telah merelokasi Pony ke Pulau Kaja sebagai langkah pralepasliar. Sebelumnya, Pony memasuki Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng untuk dirawat dan dididik kembali hidup sebagai orangutan."Kami sudah pralepasliarkan bulan lalu," kata Jamartin Sihite, CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), organisasi yang mengelola Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng.Langkah pralepasliaran Pony tepatnya dilakukan 29 Juni 2013. Pony direlokasi bersama tujuh  orangutan lainnya.Jamartin menuturkan, langkah pralepasliaran diambil setelah Pony dianggap sehat, memiliki perilaku khas orangutan, dan mampu hidup di alam liar.Mendeskripsikan kondisi Pony saat ini, Jamartin mengatakan, "Dia sudah bisa membuat sarang sendiri…

Bagaimana Badak Membangun Keintiman dengan Pasangan?

KOMPAS.com - Mandi berkubang merupakan kegiatan rutin harian yang sangat penting bagi kehidupan badak. Mereka berkubang untuk mendinginkan tubuhnya, membebaskan dari gigitan lalat yang banyak menempel di tubuh, sampai menjaga kesehatan kulit badak agar tidak pecah-pecah.Demikian hasil riset yang ditulis gabungan para peneliti serta dokter hewan, yakni Marcellus Adi Riyanto, Rusdianto, Juss Rustandi, Sectionov, dan Andriansyah Suhaery."Oleh karena itu, badak pasti memerlukan habitat di dataran rendah, badak dapat hidup di daerah yang mudah akses terhadap air," terang Hadi Alikodra, ahli konservasi alam dan pembinaan margasatwa IPB, dalam diskusi peluncuran buku teknik konservasi badak Indonesia, pekan lalu (24/7/2013) di Jakarta.Alikodra menambahkan, badak tergolong sukar reproduksi. Sifat hidup badak soliter, baru pada musim berkembang biak, badak membentuk kelompok kecil yang terdiri dari dua hingga tiga badak, jantan dan betina.Pengamatan badak sumatra (Dicerorhinus sumatr…

Dengan \"Kelicikan\", Ilmuwan Menghentikan Cahaya

KOMPAS.com - Ilmuwan dari University of Darmstadt di Jerman berhasil menghentikan cahaya selama satu menit. Selama waktu tersebut, cahaya yang normalnya bergerak dengan kecepatan 300 juta meter per detik berhenti, diperangkap dalam opaque crystal, kristal yang tak tembus cahaya.Kesuksesan ini memecahkan rekor. Tahun 2001 dan awal tahun ini, ilmuwan berhasil menghentikan cahaya namun hanya selama masing-masing kurang dari satu detik dan 16 detik. Jauh sebelumnya pada tahun 1999, ilmuwan baru bisa memperlambat kecepatan cahaya menjadi 17 meter per detik.Kali ini, untuk menghentikan cahaya, ilmuwan menggunakan teknik Electromagnetically Induced Transparency (EIT). Teknik ini mencakup pemakaian opaque crystal dalam kondisi dingin, yang tersusun atas senyawa yttrium silikat dan unsur praseodymium, serta penerapan cara-cara "licik".Diuraikan Extreme Tech, Kamis (25/7/2013), ilmuwan pertama menembakkan laser pada opaque crystal sehingga membuat kristal tersebut transparan. Kemudian…

Aktivis Desak Pembentukan Komnas Hewan

JAKARTA, KOMPAS.com - Dian Paramita dan Aulia Ferizal, pembuat petisi peduli hewan di situs Change.org, melanjutkan tuntutan mereka untuk meningkatkan kepedulian terhadap hewan dengan membentuk Komnas Pelindungan Hewan lewat petisi change.org/komnashewan. Baru 24 jam diluncurkan, petisi tersebut sudah mendapat dukungan lebih dari 2.800 orang. Aulia adalah pembuat petisi untuk kasus pembantaian gajah di Aceh (change.org/papagenk) dan Dian Paramita adalah pembuat petisi untuk kasus "Melisa" si Harimau Sumatera yang badannya kering kerontang di Kebun Binatang Surabaya (change.org/saveKBS). Bersama Change.org, mereka kini tengah menggalang suara dukungan melalui petisi pembentukan Komnas Hewan untuk dibawa kepada Presiden. "Belum ada lembaga yang background-nya betul-betul kepeduliaan kepada binatang," ujar Dian dalam Diskusi Darurat Hewan, Senin (29/7/2013), di Kantor Change.org, Jakarta. Acara diskusi yang bertajuk "Darurat Hewan dan Pembentukan Komnas Hewan&quo…

10 Naskah dan Kode Paling Misterius di Dunia

KOMPAS.com - Sejarah meninggalkan naskah, kode dan sinyal dengan beragam makna. Beberapa berhasil diungkap maknanya oleh manusia, namun banyak juga yang masih misterius. Inilah 10 naskah dan kode paling misterius yang belum berhasil diuraikan maknanya seperti disusun Mother Nature Network.Manuskrip Voynich Voynich Manuscript adalah buku setebal 240 halaman yang hingga kini tidak diketahui asal-usulnya. Para ahli memperkirakan buku ini ditulis antara tahun 1404 hingga 1438, namun mereka belum mengetahui siapa penulis dan apa alasan buku ini ditulis.Voynich Manuscript ditulis dengan bahasa asing dan dilengkapi dengan gambar-gambar tanaman yang aneh. Ada banyak teori yang memperkirakan asal-usul serta fungsi Voynich Manuscript. Beberapa percaya bahwa buku ini adalah farmakope, yakni buku standar obat yang menguraikan bahan obat-obatan sekaligus khasisatnya. Ilustrasi gambar yang nampak seperti kombinasi antara benda astronomi dan tanaman, membuat beberapa orang lain percaya bahwa Voynic…

Candi Singasari Terdesak Permukiman

KOMPAS.com — Candi-candi peninggalan masa Kerajaan Singasari di Malang kian terdesak permukiman warga. Pengembangan wisata sejarah terkendala, sedangkan penelitian untuk menggali situs-situs baru sulit dilakukan karena lahan sempit.Candi yang terdesak permukiman di antaranya Candi Jago dan Candi Kidal. Candi Jago terletak di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, berjarak 22 km dari pusat kota Malang. Sabtu (27/7/2013), wisatawan yang membawa dua kendaraan kesulitan mencari tempat parkir. "Padahal, setiap akhir pekan sering ada rombongan," kata juru pelihara Candi Jago, Surjadi.Candi yang diresmikan pembangunannya tahun 1280 M itu dulu menjadi tempat penyimpanan abu Raja Wisnuwardhana, raja ke-4 Singasari. Candi tersebut berukuran 24 meter x 14 meter dengan tinggi 17,5 meter.Jarak candi dengan bangunan rumah 2-3 meter. Halaman yang tertata rapi digunakan untuk meletakkan arca-arca besar, seperti tiga arca Muka Kala (wajah raksasa) dan arca Amogapasha, manusia berta…

Belajar Tanam Yam dari Nigeria

Oleh F RAHARDI*KOMPAS.com - Sejak zaman Orde Lama sampai sekarang, wacana kemandirian (ketahanan) pangan melalui diversifikasi selalu didengungkan pemerintah. Faktanya, Indonesia makin rawan pangan karena hanya bergantung pada beras, bahkan gandum.Memang ada juga diversifikasi pangan dari singkong dalam bentuk bakso dan pempek hingga produksi nasional komoditas ini naik. Sejak 2011, Indonesia berada pada peringkat kedua penghasil singkong dunia, di bawah Nigeria yang berada pada peringkat pertama. Indonesia berhasil menggeser Thailand, yang turun ke peringkat ketiga.Namun, di lain pihak, Indonesia juga tumbuh jadi konsumen gandum (terigu) dalam bentuk mi dan roti. Tahun 2012, impor gandum Indonesia dalam berbagai bentuk mencapai 6,2 juta ton dengan nilai Rp 21 triliun. Indonesia dicatat oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO) sebagai negara pengimpor gandum terbesar nomor lima di dunia.Di Indonesia, diversifikasi bahan pangan karbohidrat dari beras bukan mengarah ke jagung, sorgum, umbi-um…

Agustus Nanti, Bumi Akan Dihujani Bola Api

KOMPAS.com - Agustus nanti, Bumi akan dihujani bola api. Hujan bola api ini bukan merupakan bencana namun bagian dari hujan meteor Perseid yang akan memuncak pada 12-13 Agustus 2013. Berdasarkan penelitian Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), hujan meteor Perseid yang akan terjadi nanti akan menjadi hujan meteor paling megah tahun ini. Jumlah bola api yang bisa disaksikan jauh lebih banyak."Kami menemukan ada satu hujan meteor yang menghasilkan bola api lebih banyak dari yang lain. Itu adalah hujan meteor Perseid yang memuncak 12-13 Agustus nanti," kata Bill Cooke dari Meteoroid Environmental Office NASA. NASA mengamati setiap hujan meteor dan bola api yang terjadi yang terjadi sejak tahun 2008. Data mengungkap, hujan meteor Perseid adalah pemenangnya, menghasilkan bola api paling banyak.
Bola api adalah meteor yang sangat terang, bisa setarng planet Jupiter dan Venus saat dilihat dari Bumi. Saat Bumi melewati zona angkasa yang kaya debris komet, l…

Siapa Bilang Bulan Cantik? Bulan Itu Tandus!

KOMPAS.com - Bulan selalu dianggap cantik. Bahkan, orang pertama yang mendarat di satelit Bumi tersebut, Neil Armstrong, juga menganggapnya demikian. Tapi, apakah memang begitu?Menurut Buzz Aldrin, rekan Neil Armstrong alias orang kedua yang mendarat di Bulan dalam misi Apollo 11, Bulan adalah lingkungan yang sangat tandus, sepi dan tak memiliki kehidupan. Aldrin punya pendapat yang berbeda dengan Armstrong."Neil punya cara optimistis denagn menggunakan kata 'cantik'. Tapi ketika saya melihat, Bulan tidak cantik, sangat sepi, benar-benar tak punya kehidupan," kata Aldron."Benar-benar tidak ada apa-apa selain bayangan dan horison gelap. Bulan memang terlihat sangat bagus dan indah, namun juga sangat mati," ungkap Aldrin seperti dikutip Daily Mail, Jumat (26/7/2013).Aldrin mengungkapkan pendapatnya tetang Bulan dalam wawancara dengan Sir David Frost, wartawan terkemuka di Inggris, dalam sebuah program televisi.Dalam wawancara tersebut, Aldrin juga menguraikan…

Merpati Terbang dengan Bantuan \"Peta\" di Otaknya

KOMPAS.com - Misteri mengenai bagaimana seekor merpati selalu dapat menemukan jalan pulang akhirnya terpecahkan. Hasil riset seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (26/7/2013), menyatakan merpati punya "peta" yang mampu menuntunnya menemukan arah ketika terbang di tempat asing.Penemuan ini menjatuhkan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa merpati mencocokkan koordinat suatu tempat asing dengan koordinat sangkarnya kemudian mengurangi perbedaan di antara keduanya untuk menemukan jalan pulang.Untuk menguak misteri tersebut, Nicole Balser, mahasiswa doktoral bidang biologi di University of Zurich, serta rekannya mengamati gerak terbang dua kelompok merpati pos dengan bantuan Global Positioning System (GPS).Sebelum riset dimulai, peneliti melatih merpati untuk terbang dari sangkar menuju gudang penyimpanan makanan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari sangkar. Peneliti juga melatih merpati untuk terbang ke sangkar setelah mendapatkan makanan.Saat eksperimen dimulai, peneliti m…

Komet Ini Akan Memberi Kejutan pada November Nanti

KOMPAS.com - Sebuah omet akan memberi kejutan pada bulan November nanti. Komet tersebut adalah komet ISON, komet yang baru ditemukan pada 24 September 2012 lalu oleh astronom asal Rusia, Vitali Nevski dan Artyom Novichonok.Beberapa kali, wajah komet ISON berhasil diabadikan. Dalam foto terbaru, komet ISON lebih detail berkat ketajaman kamera teleskop antariksa Hubble.Josh Sokol dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, Selasa (16/7/2013), mengunggah foto hasil jepretan Hubble di blog hubblesite.org. "Foto ini adalah hasil dari sains dan seni," kata Sokol dalam posting di blog tersebut.Sokol menyatakan, foto komet ISON yang diambil oleh Hubble pada 30 April 2013 lalu tersebut menjadi simulasi akan apa yang akan dilihat manusia, dengan kemampuan melihat obyek terang dan redup, bila memeiliki ketajaman seperti kamera Hubble.Foto komet ISON ini didapatkan dengan kamera bernama Wide Field Camera 3 UVIS. Untuk mendapatkan foto ini, Hubble mengombinasikan dua filter, yak…

Buku Teknik Konservasi Badak Indonesia Pertama Diluncurkan

KOMPAS.com - WWF Indonesia dan praktisi konservasi badak meluncurkan Buku "Teknik Konservasi Badak Indonesia" pada Rabu (24/7/2013). Buku ini merupakan buku pertama yang secara khusus mengulas badak di Indonesia dan konservasinya dalam bahasa Indonesia.Disusun oleh 20 praktisi konservasi badak, buku ini memuat taksonomi, morfologi, populasi dan penyebarannya hingga konflik dan protokol penyelamatan badak yang berasal dari pengalaman para pegiat konservasi badak di lapangan. Hadi Alikodra, guru besar manajemen satwa liar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan bahwa buku ini sangat penting. "Tidak hanya spesiesnya saja yang langka, pengetahuan teknis konservasi badak pun dapat dikatakan langka," kata Hadi.Sementara, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Mohammad Haryono, mengatakan, "Buku ini dibuat untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan badak agar bisa selamat." Dalam buku ini, kata Haryono, badak seperti menuturkan sosok drin…

Teka-teki \"Kuda Berbadan Manusia\" di Dekat Neptunus

KOMPAS.com - Sekian lama, centaur, benda langit yang mengorbit Matahari di antara orbit Jupiter dan Neptunus menjadi teka-teki. Apa sebenarnya obyek tersebut?Astronom sebelumnya punya dua dugaan tentang centaur. Pertama, centaur adalah asteroid yang terlempar ke Tata Surya bagian luar. Kedua, centaur adalah komet yang mendekati Matahari.Dua dugaan membuat centaur mendapatkan nama centaur, seperti kuda berbadan manusia dalam mitologi Yunani, dua identitas dalam satu tubuh.Hasil observasi dengan Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA kini memberi petunjuk tentang obyek misterius itu."Data kami menunjukkan bahwa sebagian besar obyek itu punya pautan dengan komet, menunjukkan mereka datang jauh dari Tata Surya," kata James Bauer dari Jet Propulsion Laboratory, NASA.Centaur dikatakan punya pautan dengan komet dalam arti punya material sama dengan komet, adalah komet pada masa lalu atau akan menjadi komet di masa depan.Data berasal dari hasil observasi pada 52 centa…

Suhu Meningkat, Arktik Berubah Menjadi Danau

KOMPAS.com — Kutub dibayangkan sebagai lingkungan dengan es yang tebal. Namun, foto terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mungkin memberi gambaran lain.Foto dan video memperlihatkan bahwa banyak wilayah Arktik kini menjadi seperti danau. Es permukaan dalam jumlah besar meleleh.North Pole Environmental Observatory telah memonitor Laut Arktik dengan webcam sejak tahun 2000 silam.Hasil pemantauan menunjukkan, es Arktik telah meleleh drastis sejak tahun 2002, dan pada tahun 2012 jumlah es di Arktik turun hingga 4 juta kilometer persegi.Diberitakan The Australian, Jumat (26/7/2013), tahun 2012 pada 26 Agustus, bentang es di Laut Arktik yang terobservasi mencapai titik terendah.Observasi selanjutnya, pada 5 September tahun yang sama, menunjukkan bahwa bentangan es semakin menurun hingga kurang dari 4 kilometer persegi.Dengan jumlah tersebut, dibandingkan dengan kondisi bulan September tahun 1980-an dan 1990-an, area Arktik yang tertutup es menurun sebanyak 45 p…

Racun Berbahaya Ditemukan di Otak Beruang Kutub

KOMPAS.com — Peneliti Carlenton University, Robert Letcher, mengungkap bahwa otak beruang kutub di wilayah Scoresby Sound, East Greenland, menjadi "gudang racun".Dalam penelitiannya, Letcher menemukan racun PerfluoroAlkyl Substances (PFASs), mencakup senyawa perfluorooctane sulfonate (PFOS) dan perfluorinated carboxylate (PFCAs), di delapan bagian otak beruang kutub tersebut.PFAs digunakan dalam industri tekstil, pengemasan makanan, busa, dan ragam industri yang memakai bahan air dan minyak. Zat ini sulit terurai, bisa bertahan di lingkungan selama 60 tahun. Racun ini dapat menyebabkan kanker dan berdampak negatif pada kemampuan reproduksi beruang kutub.Letcher mengungkap bahwa racun semula diakumulasi di hati. Namun, racun kemudian menyebar dan terakumulasi di otak. Kandungan racun pada hati beruang kutub melebihi kadar racun sama yang dikandung anjing laut makanan beruang kutub itu.Selama ini, diketahui bahwa racun atau senyawa yang larut dalam lemak bisa menyebar "me…

Purnama Ternyata Bisa Mengganggu Tidur Manusia

KOMPAS.com — Peneliti asal Swiss pada Kamis (25/7/2013) mengumumkan hasil penelitian yang mengejutkan. Purnama tanpa disadari ternyata membuat manusia lebih sulit tidur.Kesimpulan diambil setelah melakukan studi kepada 33 sukarelawan. Para sukarelawan dipantau tidurnya selama dua hari berbeda tanpa diberi tahu atau memahami bahwa Bulan sedang dalam fase purnama.Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology menyatakan bahwa purnama membuat manusia lebih sulit tidur dan tidur lebih pendek.Dinyatakan, saat purnama, manusia tidur 19 menit lebih pendek dan membutuhkan waktu lima menit lebih lama untuk bisa tidur."Siklus Bulan sepertinya memengaruhi tidur manusia walaupun seseorang tidak 'melihat' atau menyadari fase Bulan," kata Christian Cajochen dari Psychiatric Hospital, University of Basel, yang melakukan penelitian, seperti dikutip AFP, Kamis.Dalam publikasinya, Cajochen juga melaporkan bahwa selama purnama, sukarelawan yang diteliti kurang bisa beristira…

Ilmuwan Temukan Kunci Menunda Kematian

KOMPAS.com - Kematian dipercaya sebagai rahasia Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh makhluk manapun. Namun, para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.Sebuah studi terbaru yang telah dipublikasikan dalam PLoS Biology, mengungkapkan bahwa kematian pada organisme, termasuk manusia, menyebar seperti gelombang dari satu sel ke sel lain sampai organisme itu mati dan terjadi lebih lambat dari yang diduga.Diberitakan ABC, Kamis (25/7/2013), peneliti menggunakan cacing sebagai obyek penelitian. Hewan ini memiliki mekanisme yang mirip dengan yang ada pada mamalia. Hebatnya, tanda-tanda serta proses kematian pada cacing bisa dilihat jelas.Tanda itu adalah pancaran sinar berwarna biru yang disebabkan oleh pembekuan sel. Warna biru dihasilkan dari sebuah molekul bernama asam antranilat. Sedangkan terangnya pancaran tergantung dari jumlah kalsium yang dikandungnya."Kami telah mengidentifikasi adanya jalur …

30 Tahun Status Trowulan Tidak Jelas

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Upaya mengamankan situs Trowulan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sudah dilakukan sejak 1983 sehingga terbit Rencana Induk Arkeologi Bekas Kota Kerajaan Majapahit. Meski demikian, pemerintah hingga saat ini belum menetapkan Trowulan sebagai kawasan cagar budaya."Sudah sekitar 30 tahun status Trowulan tak jelas," kata Aris Sofyani, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, Rabu (24/7/2013).Ketidakjelasan status hukum membuat keberadaan situs-situs di Trowulan semakin terancam dari aktivitas komersial, termasuk penggalian tanah untuk pembuatan batu bata di sekitar situs. Padahal, jika ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, keberadaan situs yang merupakan peninggalan ibu kota Kerajaan Majapahit itu bisa lebih terjaga.Dari hasil penelitian arkeolog Nurhadi Rangkuti, diperkirakan luas ibu kota Majapahit sekitar 9 kilometer x 11 kilometer. Di kawasan itu juga sudah ditemukan 16 situs yang sudah dipugar tim arkeologi, seperti Candi Brahu, Candi Ti…