Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Faktanya, Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit

KOMPAS.com - Suatu hari pada awal 2012, saya berkesempatan berdiskusi dengan Hasan Djafar, seorang ahli arkeologi, epigrafi dan sejarah kuno. Lelaki dengan tutur dan penampilan bersahaja itu akrab dipanggil dengan sebutan "Mang Hasan". Saya menyampaikan kepadanya tentang sesuatu yang telah menjadi panutan umum: bahwa Majapahit mempunyai wilayah Nusantara yang teritorinya seperti Republik Indonesia."Itu omong kosong!" ujar Hasan, "tidak ada sumber yang mengatakan seperti itu." Dia mengingatkan, kalau sejarah harus berdasarkan sumber berarti semuanya harus kembali ke sumber tertulisnya. "Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa?itu pun hanya? Jawa Timur dan Jawa Tengah.""Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit!" Menurutnya, makna "nusa" adalah "pulau-pulau atau daerah", sedangkan "antara" adalah "yang lain." Jadi Nusantara pada masa Majapahit diartikan …

Bagi Antechinus, "Pesta" adalah Perayaan Sebelum Kematian

KOMPAS.com - Mamalia golongan Antechinus, golongan masurpial yang menyerupai tikus, diketahui memiliki perilaku seks yang "gila" sekaligus mematikan.
Hasil studi terbaru menemukan, pejantan golongan ini bisa menghabiskan waktu 14 jam tanpa henti untuk mengawini sebanyak mungkin betina.
Perilaku seks yang mencengangkan itu bisa berlangsung selama dua minggu sebelum akhirnya pejantan itu kelelahan, sakit-sakitan, dan akhirnya mati.
"Pejantan yang kasihan. Anda harus mengasihaninya," kata Diana Fisher, fellow di University of Queensland yang memimpin penelitian tentang perilaku seks Anthechinus.
Antechinus punya umur sekitar satu tahun. Namun, mereka baru aktif kawin dalam dua minggu terakhir sebelum kematiannya.
Fisher dalam penelitiannya membiakkan Antechinus. Setelah dua minggu masa kawin, ia mejumpai bahwa hampir seluruh pejantan spesies itu mati.
Diberitakan Daily Mail, Jumat (11/10/2013), ia mengungkap, perilaku seks Antechinus dipengaruhi oleh cara produksi spe…

Gajah Afrika Memahami Bahasa Tubuh Manusia

KOMPAS.com - Gajah Afrika tampaknya memiliki pemahaman naluriah atas gerakan manusia, demikian menurut para ilmuwan Inggris.Dalam sebuah rangkaian tes, peneliti Ann Smet dari Universitas St Andrews, menawarkan seekor gajah pilihan antara dua ember yang mirip. Dia kemudian menunjuk salah satu ember yang berisi makanan yang sengaja disembunyikan.Dari percobaan pertama, Klik gajah selalu memiliki ember yang tepat.Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.Ilmuwan mengadakan penelitian terhadap sejumlah gajah dipenangkaran di Zimbabwe.
Richard Byrne, salah satu penulis dalam riset tersebut, mengatakan gajah-gajah yang berada di sana diselamatkan dan dilatih untuk bisa ditunggangi."Mereka [pelatih di penangkaran] secara spesifik melatih gajah untuk merespon perintah-perintah suara. Mereka tidak menggunakan bahasa tubuh apapun," kata Byrne."Idenya adalah pelatih bisa berjalan di belakang gajah dan bisa memerintahkan apa saja dengan kata-kata."Pemaham…

Kata Penulis Ini, Yesus Cuma \"Hoax\"

KOMPAS.com - Joseph Atwill, seorang penulis Amerika Serikat yang mengaku dirinya pakar Alkitab, menulis buku "Caesar's Messiah", mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya hoax.Atwill akan mengungkapkan pandangannya dalam sebuah simposium pada 19 Oktober 2013 mendatang. Ia akan menyampaikan topik "Covert Messiah".Menurut Atwill, Yesus adalah sosok yang sengaja diciptakan Romawi untuk menenangkan orang Yahudi yang di masa lalu dinilai sering memberontak."Yahudi di Pakistan pada saat itu, yang menunggu mesias datang, adalah sumber pemberontakan pada abad pertama," kata Atwil."Ketika Romawi lelah untuk mengatasi pemberontakan secara konvensional, mereka beralih ke perang psikologis," lanjut Atwill."Mereka menyadari bahwa cara untuk menghentikan misionaris yahudi adalah dengan membuat kepercayaan tandingan. Di sanalah, sosok mesias pecinta perdamaian diciptakan," imbuhnya.Penciptaan sosok mesias itu diharapkan membuat Yahudi patuh dan membay…

Jupiter dan Saturnus Mengalami Hujan Berlian

KOMPAS.com — Mona Delitsky dari California Speciality Engineering di Flintridge dan Kebin Baines dari University of Wisconsin-Madison berdasarkan hasil riset mengungkapkan bahwa Jupiter dan Saturnus mengalami hujan berlian.Keduanya memaparkan hasil penelitiannya di pertemuan divisi Ilmu Keplanetan pada American Astronomical Society yang berlangsung di Denver, Colorado, Senin (8/10/2013) lalu.Menurut dua peneliti itu, seperti diberitakan Nature, Rabu (9/20/2013), petir merombak metana yang terdapat di atmosfer Saturnus dan Jupiter, kemudian membebaskan atom karbon penyusunnya.Atom karbon yang dibebaskan kemudian berikatan satu sama lain, membentuk jelaga. Ketika semakin turun ke bawah lapisan atmosfer, karena suhu dan tekanan yang lebi tinggi, jelaga berubah menjadi grafit dan selanjutnya menjadi berlian.Semakin turun, suhu di Jupiter dan Saturnus bisa mencapai 8.000 derajat celsius. Berlian yang semula padat bisa berubah menjadi cair, menjelma sebagai hujan berlian.Baine mengatakan, d…

Ditemukan Planet Penyendiri Tak Mengorbit

WASHINGTON, KOMPAS.COM — Para astronom mengatakan, mereka telah menemukan planet penyendiri di luar tata surya, Rabu (9/10/2013). Planet itu mengambang sendirian di ruang dan tidak mengorbit ke bintang.Merupakan planet gas yang dijuluki PSO J318.5-22, berjarak hanya 80 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa yang hanya enam kali dari Jupiter, dan terbentuk 12 juta tahun lalu, planet ini dianggap sebagai bayi yang baru lahir."Kami belum pernah melihat obyek mengambang bebas dalam ruang yang terlihat seperti ini. Ia memiliki semua karakteristik planet muda, ditemukan di sekitar bintang lain, tetapi melayang di luar sana sendirian," kata ketua tim peneliti Michael Liu dari Institut Astronomi di Universitas Hawaii di Manoa."Saya sering bertanya-tanya apakah benda soliter itu ada, dan sekarang kita tahu yang mereka lakukan."Para peneliti menerbitkan hasil studi mereka dalam Astrophysical Journal Letters, mengidentifikasi planet ini dari gerakan dan tanda panas yang un…

Rumah Sakit di 5 Provinsi Jadi Target Pengawasan Bapeten

DENPASAR, KOMPAS.com - Rumah Sakit di lima provinsi menjadi target pengawasan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam pemakaian alat-alat medis yang memakai teknologi radiasi.Lima privinsi yang dimaksud adalah Jawa Timur, Jawa tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara."Lima provinsi itu kita target karena pemakaian alat medis dengan teknologi radiasi terus meningkat," kata As Natio Lasman, Kepala Bapeten saat ditemui dalam konferensi pers Konferensi Internasional tentang Sumber, Efek, dan Risiko Radiasi di Denpasar, Bali, Kamis (10/10/2013). Alat-alat medis yang memakai teknologi radiasi antara lain mesin sinar X atau rontgen dan alat diagnosis Magnetic Resonance Imaging (MRI).Natio mengungkapkan, pengawasan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa alat dengan teknologi radiasi punya izin, digunakan oleh pihak yang tepat, dan berfungsi baik.Pengawasan alat tersebut penting karena radiasi yang ditimbulkan, bila melebihi ambang batas, akan merugikan pasien, sepert…

Batan Gelar Konferensi Internasional tentang Radiasi

DENPASAR, KOMPAS.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menggelar Konferensi Internasional tentang Sumber, Efek, dan Risiko Radiasi pengion pada Kamis (10/10/2013) hingga Jumat (11/10/2013).Konferensi tersebut terselenggara berkat kerjasama Batan dengan United Nations Scientific Comitee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Kementerian Ristek dan Perhimpunan Onkologi Radiologi Indonesia.Kepala Batan, Djarot S. Wisnubroto mengatakan, "konferensi ini akan membahas tentang dampak radiasi pada manusia, bukan hanya radiasi yang terkait PLTN, tetapi juga dari sumber lain seperti dari alat-alat medis."Dalam konferensi ini pula, akan dibahas upaya komunikasi tentang radiasi pengion. Menurut Djarot, masyakarat belum memiliki pemahaman yang benar tentang radiasi dan risikonya. Soal radiasi kadang hanya dikaitkan dengan bencana nuklir."Karenanya, tantangan kita adalah soal komunikasi tentang radiasi ini. Dalam konferensi ini akan…

\"Partikel Tuhan\" Membawa Dua Ilmuwan Meraih Nobel

KOMPAS.com — Boson Higgs alias "Partikel Tuhan" akhirnya mengantarkan dua peneliti yang menggagasnya meraih Nobel Fisika tahun 2013. Peter Higgs dari Inggris dan Francois Englert adalah dua peneliti yang berbagi hadiah nobel tersebut.Pada tahun 1960, mereka adalah dua orang peneliti yang mengajukan pandangan bagaimana materi di alam semesta bisa memiliki massa. Menurut dua peneliti tersebut, materi bisa memiliki massa karena adanya sebuah partikel yang memberikannya.Boson Higgs akhirnya ditemukan pada Juli 2012 oleh tim ilmuwan dari Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN). Penemuan dikonfirmasi pada Maret 2013 lalu."Nobel Fisika tahun ini adalah tentang sesuatu yang kecil, tetapi membuat perbedaan besar," kata Staffan Normark, sekretaris permanen dari Royal Swedish Academy of Sciences, seperti dikutip BBC, Selasa (8/10/2013).Englert mengungkapkan bahwa ia "sangat gembira" bisa memenangkan penghargaan ini."Awalnya, saya kira saya tak mendapatkannya karen…

Lawan Infeksi Bakteri, Ilmuwan Kembangkan Pil Tinja

KOMPAS.com - Seorang dokter dari Kanada menemukan metode baru mengobati infeksi bakteri Clostridium difficile dengan cara meminum Pil Tinja.Infeksi bakteri Clostridium difficile sangat mematikan. Kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami diare hebat, turun berat badan dan bahkan bisa juga memicu kegagalan fungsi ginjal.Di Amerika Serikat tercatat setiap tahun 14 ribu orang meninggal karena bakteri ini, kasus serupa juga pernah merebak di Australia.Saat ini pasien yang menderita Infeksi bakteri Clostridium difficile, biasa diobati dengan metode transplantasi feses atau memasukan kotoran dari orang sehat ke usus penderita diare hebat yang sering disebabkan oleh bakteri ini.Namun kini Doktor Thomas Louie dari  Universitas Calgary di  Canada berhasil menciptakan cara mencuci sampel kotoran dari donor dan menguranginya hanya tinggal bakteri penting saja yang kemudian bisa ditelan dalam bentuk pil."Pada dasarnya pil itu hanya berisi bakteri, dan bentuknya seperti selai kacang…

Tahukah Anda? Seks Serangga Bisa Jadi Petunjuk Cuaca

KOMPAS.com - Ilmuwan sejak lama meyakini bahwa serangga bisa menjadi petunjuk cuaca. Kini, mereka menemukan bukti konkretnya.Jose Bento dari University of Sao Paulo, Brasil, melakukan penelitian pada kumbang curcubit (Diabrotica speciosa), ngengat spesies Pseudaletia unipuncta, dan kutu kentang (Macrosiphum euphorbiae). Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal PLoS ONE.Diberitakan Nature, Rabu (2/10/2013), Bento menemukan, ketika hujan mengancam dan tekanan udara turun drastis, pejantan kumbang curcubit menjadi kurang responsif terhadap feromon kawin yang dikeluarkan betina. Ketika pejantan diletakkan di dekat betina, pejantan itu masih akan mengawini saat betina mengeluarkan feromon kawin. Namun, tak seperti dalam kondisi normal, pejantan ingin buru-buru menyelesaikan proses kawin. Ada proses "foreplay" yang dilewatkan.Ngengat Pseudaletia unipuncta dan kutu kentang juga menunjukkan reaksi yang sama terhadap tekanan udara.Saat akan hujan, betina dari kedua spesies itu mengu…

Inilah Rupa Otak Einstein

KOMPAS.com - Bagi yang belum pernah melihat, gambar di atas menunjukkan otak Albert Einstein. Tahun 1955, setelah Einstein meninggal, ahli patologi dari Princeton University, Thomas Harvey, mengambil otak sang genius itu lewat autopsi. Ia berharap kecerdasan bisa terungkap dengan meneliti otak tersebut.Beragam penelitian kemudian nyatanya memang mengungkap beberapa keunikan otak Einstein yang diduga terkait dengan kecerdasannya. Tahun 1985, peneliti bernama Marian Diamond mengungkap bahwa otak Einstein memiliki lebih banyak sel gilal sehingga organ tersebut mampu bekerja lebih efektif. Hasil penelitian ini menarik namun dianggap kurang dapat dipercaya.Tahun 1995, penelitian lain mengungkap bahwa memiliki bagian lobus parietal yang ukurannya 15 persen lebih besar dari orang normal dan tidak memiliki celah yang biasanya didapati pada orang umumnya. Lobus parietal bertanggungjawab pada kemampuan spasial dan matematis. Ukuran yang besar menunjukkan kemampuan matematis yang lebih tinggi. S…

Patung Picasso Termahal Ini Akan Dilelang

KOMPAS.com — Satu patung karya seniman dunia, Pablo Picasso, akan dilelang bulan depan dan diperkirakan bisa mencapai 25 juta dollar AS hingga 35 juta dollar AS.Picasso memberikan replika patung ke kota Chicago dan menyimpan model patung itu untuk dirinya sendiri, yang akan dilelang oleh Christie's di New York pada awal November.Patung setinggi sekitar satu meter itu awalnya dimiliki cucu Picasso, Marina, sebelum berpindah tangan ke pedagang seni, Jan Krugier.Adapun replika patung yang dibuat setinggi 15 meter dengan bahan dari baja selesai dibuat pada tahun 1967 dan dipajang di Plasa Daley, Chicago.Patung yang diberi nama Tete ini sempat mengundang kontroversi di kalangan warga Chicago karena beberapa orang mengharapkan patung yang indah.Patung Picasso termahalBagaimanapun Tete kemudian menjadi salah satu lambang kota terbesar ketika di Amerika Serikat itu.Sharon Kim dari Christie's mengatakan, Picasso memberikan patung ke Chicago karena Institut Seni kota tersebut yang perta…

Bagaimana jika Letusan Dahsyat Samalas Terulang?

KOMPAS.com - Hasil penelitian yang dipublikasikan di Proceeding od the National Academy of Sciences, Senin (30/9/2013), mengungkap bahwa gunung Samalas bertanggung jawab atas erupsi misterius pada abad ke 13, memicu musim panas dingin dan gagal panen.Beradasarkan publikasi itu, Salamas diperkirakan terjadi antara Mei hingga Oktober tahun 1257. Letusan mencapai skala 7. Sebagai perbandingan, letusan Merapi tahun 2010 mencapai skala 4. Dalam letusan, Samalas melontarkan materi batuan hingga 40 kiometer kubik sementara kolom erupsi terbentuk hingga ketinggian 43 km. Debris letusan mencapai kutub yang kemudian memungkinkan ilmuwan menyimpulkan bahwa Samalas-lah yang berperan.Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengatakan bahwa hasil penelitian ini menambah "daftar buruk" perilaku gunung api di Indonesia dan juga memasukkan Samalas dalam katalog letusan besar gunung api dunia."Indonesia selama ini sudah dikenal dengan letusan besar. Dari To…

Antara Anak Krakatau dan \"Anak Samalas\"

KOMPAS.com — Anak selalu memiliki kesamaan karakteristik dengan ibunya. Namun, bagaimana dengan anak gunung? Apakah selalu demikian? Bila bicara tentang Anak Krakatau, Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMGB), mengungkapkan bahwa anak dari gunung yang pernah meletus dahsyat tahun 1883 tersebut memiliki kesamaan karakteristik dengan ibunya.Dari sisi kandungan magmanya, Anak Krakatau dan Krakatau sama-sama didominasi oleh silika. Kandungan silika yang besar terkait dengan letusan yang besar.Letusan Krakatau mematikan. Akibat letusannya, dunia sempat gelap selama dua hari karena tertutup oleh abu vulkanik. Sementara letusan memicu tsunami yang tercatat menewaskan 36.000 orang.Dengan magma yang juga kaya silika, Anak Krakatau di masa depan juga berpotensi meletus dahsyat.Keaktifan Anak Krakatau sudah tak bisa diragukan. Gempa vulkanik akibat Anak Krakatau dalam sebulan bisa mencapai ribuan kali. Salah satu letusan Anak Krakatau terjadi pada September 2012.Letu…

Pertama, Ilmuwan Melaporkan Cuaca di Planet Alien

KOMPAS.com — Manusia sekarang sudah mampu melaporkan cuaca di planet alien, yang mengungkap adanya awan di planet gas raksasa untuk pertama kalinya.Dengan bantuan teleskop antariksa Spitzer dan Kepler, ilmuwan mengungkap bahwa belahan barat planet tersebut sangat berawan, sementara bagian timurnya bersih alias cerah.Kepler 7b adalah planet gas raksasa seukuran 1,5 kali Jupiter. Meski lebih besar dari Jupiter, massa jenisnya hanya sepersepuluhnya.Awan di planet tersebut diketahui setelah misi tiga tahun pengamatan yang menghasilkan citra resolusi rendah yang memiliki spot terang.Awalnya, ilmuwan sempat bertanya-tanya, apa sebenarnya spot terang tersebut. Ada dua dugaan, pertama, spot adalah awan dan, kedua, merupakan panas.Untuk memastikan, ilmuwan melakukan penelitian temperatur Kepler 7b dengan teleskop antariksa Spitzer.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa spot terang itu adalah hasil pemantulan cahaya bintang oleh Kepler 7b."Kepler 7b memantulkan lebih banyak cahaya dari planet …

Direbus di Tengkoraknya, Otak Ini Awet 4.000 Tahun

KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan sampel otak tertua yang pernah ada dan masih dalam kondisi yang terawetkan dengan baik. Sampel otak itu berusia 4.000 tahun, ditemukan di Seyitomer Huyuk, situs zaman perunggu di Turki, pada tahun 2010.Temuan otak itu mengundang tanya para ilmuwan. Bagaimana bisa otak bisa terawetkan dengan baik selama ribuan tahun?Setelah pemiliknya mati, otak dengan cepat akan terurai. Namun, otak yang ditemukan di Turki ini masih utuh.Meric Altinoz dari Halic University di Istanbul, Turki, berupaya menganalisis penyebab terawetkannya otak itu.Diketahui bahwa tempat penemuan otak adalah wilayah tektonik aktif. Kayu-kayu gosong banyak dijumpai.Berdasarkan hal itu, Altinoz menduga bahwa dahulu gempa pernah mengguncang wilayah penemuan otak dan memicu kebakaran sehingga orang terkubur reruntuhan dan terbakar.Api kebakaran mengonsumsi oksigen serta merebus dan mendidihkan otak bersama cairannya di tengkoraknya. Proses tersebut mencegah penguraian jaringan otak."Level …

Menebar Benih, Melawan \"Kompeni Hutan\"

KOMPAS.com - Kamis (19/9/2013) adalah momen bersejarah bagi masyarakat Dayak Benuaq di Muara Tae. Hari itu adalah hari dimana mereka memasuki babak baru melawan kompeni hutan.Di hutan Melinau, Petrus Asuy, tokoh adat masyarakat Muara Tae, menunjukkan biji-biji dan tanaman muda ulin, kapur, meranti, dan karet. Beberapa biji berserakan di atas tanah sementara tanaman muda berada di dalam polybag."Ini semua kita orang Muara Tae yang kumpulkan," kata Petrus.Biji sengaja dikumpulkan untuk bisa ditanam kembali. Biji ulin awalnya ditaruh di sebuah lubang tanah yang dangkal dan ditunggu sampai berkecambah. Kemudian, biji dipindahkan ke polybag hingga tumbuh menjadi tanaman muda.Kurang lebih setelah berumur enam bulan, tanaman muda siap dipindahkan ke lokasi baru, diharapkan tumbuh menjadi pohon ulin yang terkenal dengan kayunya yang kokoh. Bentuk perlawananPengumpulan dan pembibitan ulin serta tumbuhan berkayu lain memang menyita waktu dan tenaga warga Muara Tae. Namun, langkah itu …

Kesehatan Ekosistem Laut Semakin Memburuk

KOMPAS.com - Kesehatan ekosistem laut di dunia semakin memburuk bahkan lebih cepat dari yang diduga sebelumnya.Sebuah ulasan dari International Programme on the State of the Ocean (IPSO) memperingatkan bahwa lautan kini berhadapan dengan berbagai jenis ancaman.Lautan kian menghangat karena Klik perubahan iklim, menderita polusi, dan penangkapan ikan berlebih (overfishing). Selain itu, Klik sifat basa air laut juga kian terkikis karena terus menyerap karbondioksida.Laporan itu menyatakan, "Kita selalu memanfaatkan laut apa adanya. [Padahal] Laut telah melindungi kita dari dampak terburuk percepatan perubahan iklim dengan menyerap kelebihan karbondioksida dari atmosfer.""Sementara peningkatan suhu bumi mungkin mengalami perlambatan, laut terus menghangat. Untuk sebagian besar, bagaimanapun, masyarakat dan pembuat kebijakan gagal untuk mengenali - atau memilih untuk mengabaikan - parahnya situasi ini."Laporan ini juga menyatakan jika dibiarkan, kondisi ini dapat memic…

Ada Gunung Api Super seperti Toba di Mars

KOMPAS.com - Mars mungkin pernah memiliki gunung api super (supervolcano) seperti Toba di masa lalu. Cekungan Arabia Terra di Mars diyakini merupakan jejak adanya gunung api super tersebut.Gunung api super tersebut pernah menimbulkan dampak dahsyat di Mars. Gas yang dikeluarkannya memengaruhi komposisi atmosfer dan iklim Mars. Abunya berhamburan di wilayah Mars lainnya. "Ilmuwan mengetahui bahwa Mars pasti lebih aktif pada masa lalu, pada 1 miliar pertama. Namun kita kesulitan menemukan bukti gunung purba itu. Supervolcano yang kita laporkan di Nature mungkin memecahkan teka-teki itu," kata Joe Michailski yang terlibat riset.Supervolcano atau gunung api super adalah istilah informal yang dipakai untuk mendeskripsikan gunung yang mampu mengeluarkan materi lebih dari 1.000 kilometer kubik dalam erupsinya.Bumi mengalami letusan supervolcano beberapa kali. Salah satu letusan supervolcano yang dahsyat adalah Gunung Toba. Letusan itu oleh beberapa kalangan memicu pendinginan globa…

Bumi Super dengan Air \"Plasma\", Bisakah Dihuni?

KOMPAS.com — Astronom menemukan bahwa atmosfer planet alien bernama Gliese 1214 kaya akan air. Namun, fakta tersebut tak lantas membuat Gliese 1214 menjadi layak huni. Massa jenis dan suhu membuat atmosfer planet itu jauh berbeda dengan Bumi."Karena suhu dan tekanan begitu tinggi, air tidak terdapat dalam bentuk umumnya (padat, cair, gas) tetapi dalam bentuk ionik atau plasma, terbentuk di dasar atmosfer atau interior Gliese 1214 b," kata Norio Narita, peneliti National Astronomical Observatory, Jepang.Planet 1214 b terletak pada jarak 40 tahun cahaya dari Tata Surya, di konstelasi Opiuchus. Planet itu mengorbit bintang tipe M yang lebih dingin dari Matahari dengan waktu revolusi 38 jam. Jarak planet itu dengan bintangnya 38 kali lebih dekat dari jarak Bumi-Matahari. Suhu planet yang enam kali lebih massif dari Bumi ini mencapai 280 derajat celsius. Temperatur yang tinggi memengaruhi kimia karbon dan hidrogen, yang bisa membentuk kabut tipis. Narita juga mengatakan, "Pa…

Fosil Jenis Baru Leluhur Manusia Ditemukan

KOMPAS.com - Tipe baru dari anthropoid (pendahulu monyet, kera, dan manusia) ditemukan di tambang batu bara di Thailand. Sebuah tim antropolog Prancis dari Universit√© de Poitiers mempelajari sisa fosil yang dinamai Krabia minuta ini dan dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.Fosil primata kecil yang ditemukan ini kira-kira hanya berbobot 0,22 kilogram, terdiri dari satu tulang rahang. Para peneliti menempatkannya dalam era Akhir Eosen atau sekitar 33 - 35 juta tahun lalu.Uniknya, gigi dalam rahang ini bukan seperti yang umumnya ditemui dalam anthropoid di Asia. Mereka sepertinya lebih sebagai pemakan buah dan getah dibanding pemakan kacang-kacangan dan insektisida. Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa anthropoid ini merupakan bagian dari grup yag disebut amphipithecids yang hidup sepanjang Asia Tenggara, namun pada akhirnya punah.Penemuan ini menegaskan teori bahwa awal evolusi manusia adalah dari Benua Asia --bukannya Afrika seperti …

Ilmuwan Ciptakan \"Sikat Gigi Enam Detik\"

KOMPAS.com - Sebuah tim dokter gigi telah menciptakan sikat gigi yang mereka katakan dapat membersihkan gigi secara menyeluruh dalam waktu kurang dari enam detik.Produsen Blizzident menggunakan scan dokter gigi yang biasa dipakai untuk memasang kawat gigi, dan sebuah printer 3D yang sangat akurat untuk membuat sikat gigi secara individual."Anda menyikat seluruh gigi secara keseluruhan dalam waktu yang bersamaan, karena itulah anda bisa menyikat gigi dengan sangat cepat," kata perusahaan itu."Anda juga menyikat gigi pada bagian yang sulit bahkan tanpa harus berpikir mengenai hal itu."Setiap sikat mengandung sekitar 400 bulu lembut dan produsennya mengatakan sikat ini menghilangkan kesalahan menyikat Klik gigi yang biasa dilakukan oleh masyarakat.Sikat gigi perdana dengan teknologi ini diklaim bisa dipakai selama satu tahun dan harganya diperkirakan mencapai 299 euro atau sekitar Rp 4,7 juta.Setelah itu, konsumen bisa membeli sikat gigi kedua mereka dengan harga yang…

Letusan Samalas dalam Babad Lombok yang Melumpuhkan Dunia

Gunung Rinjani Longsor, dan Gunung Samalas runtuh, banjir batu gemuruh, menghancurkan Desa Pamatan, rumah2 rubuh dan hanyut terbawa lumpur, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati.Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng (lenek), diseret oleh batu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebahagian lagi naik ke bukit.Bersembunyi di Jeringo, semua mengungsi sisa kerabat raja, berkumpul mereka di situ, ada yang mengungsi ke Samulia, Borok, Bandar, Pepumba, dan Pasalun, Serowok, Piling, dan Ranggi, Sembalun, Pajang, dan Sapit.Di Nangan dan Palemoran, batu besar dan gelundungan tanah, duri, dan batu menyan, batu apung dan pasir, batu sedimen granit, dan batu cangku, jatuh di tengah daratan, mereka mengungsi ke Brang batun.Ada ke Pundung, Buak, Bakang, Tana' Bea, Lembuak, Bebidas, sebagian ada mengungsi, ke bumi Kembang, Kekrang, Pengadangan dan Puka hate-hate lungguh, sebagian ada yang sampai, datang ke Langko, Pejanggik.Semua mengungsi deng…

Bahan Penyusun Plastik Ditemukan di Bulan Saturnus

KOMPAS.com — Wahana antariksa Cassini mendeteksi bahwa bulan Saturnus, Titan, kaya akan molekul propene dan propylene.Di Bumi, molekul yang terdiri dari tiga atom karbon dan enam atom hidrogen tersebut merupakan bahan penyusun plastik.Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan bahwa temuan plastik di Titan merupakan yang pertama di luar Bumi.Penemuan yang dilakukan dengan deteksi inframerah tersebut dilaporkan dalam edisi terbaru jurnal Astrophysical Journal Letters."Material itu ada di mana-di mana dalam kehidupan sehari-hari kita, terikat menjadi rantai panjang dalam membentuk plastik, disebut polypropylene," kata Conor Nixon, ilmuwan NASA, seperti dikutip BBC, Selasa (1/10/2013).Titan kaya oleh hidrokarbon, didominasi metana, yang setelah nitrogen merupakan komponen yang paling melimpah di atmosfernya.Cahaya Matahari menguraikan metana memungkinkan bagian-bagiannya bergabung membentuk molekul yang lebih besar.Molekul lain yang dijumpai di Titan adal…

\"Penutupan\" Pemerintahan AS Mengancam Misi ke Mars

KOMPAS.com - Penutupan pertama pemerintahan Amerika Serikat dalam 17 tahun terakhir bukan hanya akan memberi dampak negatif bagi perekonomian tetapi juga misi antariksa.Beberapa pihak berspekulasi bahwa jika deadlock tak kunjung selesai maka misi baru ke Mars yang rencananya diluncurkan November akan tertunda. Peneliti Badan penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan bahwa misi bisa tertunda hingga 2016 karena penutupan pemerintahan telah membekukan persiapan peluncuran. Penutupan pemerintahan berdampak besar bagi NASA yang harus meminta 550 karyawan dari total 18.000 untuk cuti serta menghentikan operasionalnya.Misi ke Mars selanjutnya adalah peluncuran Mars Atmosphere and Volatile Evolution (Maven). Dijadwalkan, wahana itu akan diluncurkan dari Cape Canaveral pada 18 November 2013.Maven hanya punya kesempatan menunggu hingga 7 Desember 2013. Bila waktu itu lewat, Maven harus menunggu 26 bulan kemudian sehingga jarak antar Bumi dan Mars mendukung peluncurannya.Anggot…

Kesadaran Riset Industri Tinggi, tetapi Dukungan Rendah

JAKARTA, KOMPAS.com - Minat industri Indonesia untuk mengembangkan inovasi berbasis riset sebenarnya tinggi namun dukungan pemerintah masih rendah.Hal tersebut diungkapkan oleh dewan juri Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Science Based Industrial Innovation Awards, L.T. Handoko dan Erman Aminullah saat ditemui Kompas.com, pada Selasa (1/10/2013) kemarin."Yang dilakukan beberapa industri itu terus terang di luar dugaan kita. Banyak yang kita tidak tahu," kata Handoko.Handoko yang menjadi juri dalam kategori physical science mengatakan, salah satu inovasi berbasis riset yang dilakukan industri adalah pembuatan material serupa plastik dari bahan baku ketela. Tidak cuma berhasil diciptakan, material itu juga telah diekspor dan digunakan sebagai pengganti plastik.Inovasi lain adalah sistem billing yang dibuat oleh perusahaan teknologi informasi yang tidak hanya dipakai lembaga dalam negeri tetapi juga luar negeri.Sementara, Erman mengungkapkan bahwa riset dan inovasi dala…

Penggunaan Bulu Hewan untuk Pakaian Diam-diam Meningkat

KOMPAS.com - Penggunaan bulu binatang di dunia fashion kembali poupler. Tanpa disadari sudah jutaan binatang yang dibunuh hanya demi kemewahan pakaian.Revolusi fashion pernah terjadi di tahun 90-an, saat adanya gerakan anti penggunaan bulu binatang dan siapapun yang memakainya bisa langsung menjadi sasaran.Di tahun 1994, sejumlah supermodel ternama dunia, seperti Naomi Campbell, Claudia Schiffer dan Elle Macpherson pernah dengan bangganya berpose telanjang untuk PETA atau gerakan pemerhati binatang. Para supermodel itu mengangkat slogan, "lebih baik telanjang dari pada pakai bulu-bulu binatang."Saat itu juga pembunuhan kejam terhadap binatang-binatang demi kemewahan fashion dianggap sebagai tindakan yang sia-sia.Perlahan penggunaan bulu-bulu binatang untuk pakaian, jaket, mantel, dan aksesoris kembali muncul tanpa disadari.Majalah Vogue di Inggris melaporkan adanya penggunaan bulu-bulu binatang saat digelar pagelaran busana untuk musim gugur dan dingin 2013.Majalah tersebut …

Mengherankan, Berang-berang Punya \"Kentut\" Beraroma Vanila

KOMPAS.com — Manusia mengeluarkan gas buang berupa kentut yang berbau tak sedap. Namun, berang-berang justru mengeluarkan aroma menarik dari pantatnya karena mensekresikan castoreum."Saya mengangkat ekornya, lalu mendekatkan hidung saya ke pantatnya," kata Joanne Crawford, pakar ekologi satwa liar di Douthern Illinois University."Orang berpikir saya gila. Saya katakan kepada mereka, ini berang-berang, bau (pantatnya) enak," ungkap Crawford seperti dikutip National Geographic, Selasa (1/10/2013).Castoreum adalah senyawa yang kebanyakan berasal dari kantung castor berang-berang, terletak di antara pelvis dan pangkal ekor.Karena letaknya yang berdekatan dengan kelenjar anus, castoreum kadang merupakan kombinasi antara sekresi kelenjar castor, kelenjar anal, dan urine.Castroreum merupakan hasil diet unik berang-berang yang berupa daun dan kulit kayu. Bau castoreum menyerupai vanila. Oleh karena baunya yang menarik, castoreum dimanfaatkan sebagai bahan aditif untuk arom…

Getah Wangi yang Nyaris Punah

KOMPAS.com - Kapal-kapal milik pedagang Mesir merapat di Pelabuhan Kapuradwipa. Sesaat setelah membuang sauh, awak kapal dengan cepat turun ke daratan. Mereka tidak ingin kehabisan kristal putih pengawet mayat yang menjadi komoditas paling dicari di Mesir dan negara Afrika lainnya.Dalam jalur perdagangan mereka di sepanjang pantai barat Sumatera, kristal dari getah pohon kapur (Dryobalanops aromatica atau Dryobalanops champor) ini hanya bisa ditemukan di Pelabuhan Barus atau Kapuradwipa. Kapur dari Barus ini dicari raja-raja Mesir untuk mengawetkan jasad mereka karena kualitasnya paling bagus. Mumi Ramses II dan Ramses III konon juga dibalsem dengan kapur barus yang sudah dicampur dengan rempah-rempah dari Ophir, nama gunung di pedalaman Barus.Kapur barus atau kamper sudah dikenal oleh pedagang Mesir, Arab, dan Timur Tengah lainnya sejak abad ke-7-16 Masehi. Selain untuk membalsem mayat, kamper juga berfungsi sebagai bahan baku obat-obatan dan parfum (Barus Sejarah Maritim dan Peningg…

Aneh, Kadal dari Papua Niugini Ini Berdarah Hijau

KOMPAS.com - Kalau ada kadal yang pantas disebut paling aneh, mungkin kadal itu adalah Prasinohaema. Berbeda dari kadal atau makhluk hidup lainnya, kadal ini punya darah berwarna hijau. Karakteristik kadal ini pertama kali dipublikasikan di jurna Science pada tahun 1969.Christopher Austin, biolog dari Lousiana State University, tertarik untuk mempelajari spesies kadal tersebut. Ia menjadikan riset tentang kadal itu sebagai riset doktoralnya di University of Texas.Diberitakan National Geopgraphic, Senin (30/9/2013), Austin menemukan bahwa darah kadal spesies tersebut kaya akan senyawa biliverdin, salah satu molekul hasil pemecahan hemoglobin selain bilirubin.Pada manusia, biliverdin dikeluarkan dari dalam tubuh lewat saluran pencernaan. Namun, pada kadal ini, biliverdin diakumulasi di dalam darah. Senyawa inilah yang menyebabkan darah, dan bahkan jaringan, tulang, dan lidah kadal ini punya warna hijau.Meski penyebab warna hijau sudah terungkap, bukan berarti seluruh misteri kadal ini t…

Inilah Galaksi Paling Padat Sejagat

KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan galaksi yang padat layaknya kota Jakarta, berjarak 54 tahun cahaya dari Bumi, dinobatkan sebagai galaksi paling padat sejagat.Dengan bantuan Hubble Space Telescope dan Chandra X Ray Observatory, ilmuwan menemukan bahwa galaksi bernama M60-UCD1 itu 15.000 kali lebih padat dibandingkan dengan Bimasakti."Berkenala dari bintang ke bintang akan lebih mudah di M60-UCD1 dibandingkan dengan di galaksi kita, tapi masih akan memakan waktu ratusan tahun dengan teknologi saat ini," kata Jay Strader dari Michigan State University yang memimpin studi.Bagian paling padat dari galaksi tersebut adalah pusatnya, dimana 200 juta massa bintang tinggal dan terentang dalam radius hanya 80 tahun cahaya. Hal itu berarti, jarak satu bintang dengan bintang lain di galaksi ini 25 kali lebih dekat dibandingkan dengan Bimasakti.Chandra X Ray Observatory mengungkap bahwa pusat galaksi ini adalah sumber sinar X yang sangat kuat karena memiliki lubang hitam raksasa yang 10 ju…