Langsung ke konten utama

Postingan

Faktanya, Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit

KOMPAS.com - Suatu hari pada awal 2012, saya berkesempatan berdiskusi dengan Hasan Djafar, seorang ahli arkeologi, epigrafi dan sejarah kuno. Lelaki dengan tutur dan penampilan bersahaja itu akrab dipanggil dengan sebutan "Mang Hasan". Saya menyampaikan kepadanya tentang sesuatu yang telah menjadi panutan umum: bahwa Majapahit mempunyai wilayah Nusantara yang teritorinya seperti Republik Indonesia."Itu omong kosong!" ujar Hasan, "tidak ada sumber yang mengatakan seperti itu." Dia mengingatkan, kalau sejarah harus berdasarkan sumber berarti semuanya harus kembali ke sumber tertulisnya. "Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa?itu pun hanya? Jawa Timur dan Jawa Tengah.""Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara itulah wilayah Majapahit!" Menurutnya, makna "nusa" adalah "pulau-pulau atau daerah", sedangkan "antara" adalah "yang lain." Jadi Nusantara pada masa Majapahit diartikan …
Postingan terbaru

Bagi Antechinus, "Pesta" adalah Perayaan Sebelum Kematian

KOMPAS.com - Mamalia golongan Antechinus, golongan masurpial yang menyerupai tikus, diketahui memiliki perilaku seks yang "gila" sekaligus mematikan.
Hasil studi terbaru menemukan, pejantan golongan ini bisa menghabiskan waktu 14 jam tanpa henti untuk mengawini sebanyak mungkin betina.
Perilaku seks yang mencengangkan itu bisa berlangsung selama dua minggu sebelum akhirnya pejantan itu kelelahan, sakit-sakitan, dan akhirnya mati.
"Pejantan yang kasihan. Anda harus mengasihaninya," kata Diana Fisher, fellow di University of Queensland yang memimpin penelitian tentang perilaku seks Anthechinus.
Antechinus punya umur sekitar satu tahun. Namun, mereka baru aktif kawin dalam dua minggu terakhir sebelum kematiannya.
Fisher dalam penelitiannya membiakkan Antechinus. Setelah dua minggu masa kawin, ia mejumpai bahwa hampir seluruh pejantan spesies itu mati.
Diberitakan Daily Mail, Jumat (11/10/2013), ia mengungkap, perilaku seks Antechinus dipengaruhi oleh cara produksi spe…

Gajah Afrika Memahami Bahasa Tubuh Manusia

KOMPAS.com - Gajah Afrika tampaknya memiliki pemahaman naluriah atas gerakan manusia, demikian menurut para ilmuwan Inggris.Dalam sebuah rangkaian tes, peneliti Ann Smet dari Universitas St Andrews, menawarkan seekor gajah pilihan antara dua ember yang mirip. Dia kemudian menunjuk salah satu ember yang berisi makanan yang sengaja disembunyikan.Dari percobaan pertama, Klik gajah selalu memiliki ember yang tepat.Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.Ilmuwan mengadakan penelitian terhadap sejumlah gajah dipenangkaran di Zimbabwe.
Richard Byrne, salah satu penulis dalam riset tersebut, mengatakan gajah-gajah yang berada di sana diselamatkan dan dilatih untuk bisa ditunggangi."Mereka [pelatih di penangkaran] secara spesifik melatih gajah untuk merespon perintah-perintah suara. Mereka tidak menggunakan bahasa tubuh apapun," kata Byrne."Idenya adalah pelatih bisa berjalan di belakang gajah dan bisa memerintahkan apa saja dengan kata-kata."Pemaham…

Kata Penulis Ini, Yesus Cuma \"Hoax\"

KOMPAS.com - Joseph Atwill, seorang penulis Amerika Serikat yang mengaku dirinya pakar Alkitab, menulis buku "Caesar's Messiah", mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya hoax.Atwill akan mengungkapkan pandangannya dalam sebuah simposium pada 19 Oktober 2013 mendatang. Ia akan menyampaikan topik "Covert Messiah".Menurut Atwill, Yesus adalah sosok yang sengaja diciptakan Romawi untuk menenangkan orang Yahudi yang di masa lalu dinilai sering memberontak."Yahudi di Pakistan pada saat itu, yang menunggu mesias datang, adalah sumber pemberontakan pada abad pertama," kata Atwil."Ketika Romawi lelah untuk mengatasi pemberontakan secara konvensional, mereka beralih ke perang psikologis," lanjut Atwill."Mereka menyadari bahwa cara untuk menghentikan misionaris yahudi adalah dengan membuat kepercayaan tandingan. Di sanalah, sosok mesias pecinta perdamaian diciptakan," imbuhnya.Penciptaan sosok mesias itu diharapkan membuat Yahudi patuh dan membay…

Jupiter dan Saturnus Mengalami Hujan Berlian

KOMPAS.com — Mona Delitsky dari California Speciality Engineering di Flintridge dan Kebin Baines dari University of Wisconsin-Madison berdasarkan hasil riset mengungkapkan bahwa Jupiter dan Saturnus mengalami hujan berlian.Keduanya memaparkan hasil penelitiannya di pertemuan divisi Ilmu Keplanetan pada American Astronomical Society yang berlangsung di Denver, Colorado, Senin (8/10/2013) lalu.Menurut dua peneliti itu, seperti diberitakan Nature, Rabu (9/20/2013), petir merombak metana yang terdapat di atmosfer Saturnus dan Jupiter, kemudian membebaskan atom karbon penyusunnya.Atom karbon yang dibebaskan kemudian berikatan satu sama lain, membentuk jelaga. Ketika semakin turun ke bawah lapisan atmosfer, karena suhu dan tekanan yang lebi tinggi, jelaga berubah menjadi grafit dan selanjutnya menjadi berlian.Semakin turun, suhu di Jupiter dan Saturnus bisa mencapai 8.000 derajat celsius. Berlian yang semula padat bisa berubah menjadi cair, menjelma sebagai hujan berlian.Baine mengatakan, d…

Ditemukan Planet Penyendiri Tak Mengorbit

WASHINGTON, KOMPAS.COM — Para astronom mengatakan, mereka telah menemukan planet penyendiri di luar tata surya, Rabu (9/10/2013). Planet itu mengambang sendirian di ruang dan tidak mengorbit ke bintang.Merupakan planet gas yang dijuluki PSO J318.5-22, berjarak hanya 80 tahun cahaya dari Bumi dan memiliki massa yang hanya enam kali dari Jupiter, dan terbentuk 12 juta tahun lalu, planet ini dianggap sebagai bayi yang baru lahir."Kami belum pernah melihat obyek mengambang bebas dalam ruang yang terlihat seperti ini. Ia memiliki semua karakteristik planet muda, ditemukan di sekitar bintang lain, tetapi melayang di luar sana sendirian," kata ketua tim peneliti Michael Liu dari Institut Astronomi di Universitas Hawaii di Manoa."Saya sering bertanya-tanya apakah benda soliter itu ada, dan sekarang kita tahu yang mereka lakukan."Para peneliti menerbitkan hasil studi mereka dalam Astrophysical Journal Letters, mengidentifikasi planet ini dari gerakan dan tanda panas yang un…

Rumah Sakit di 5 Provinsi Jadi Target Pengawasan Bapeten

DENPASAR, KOMPAS.com - Rumah Sakit di lima provinsi menjadi target pengawasan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam pemakaian alat-alat medis yang memakai teknologi radiasi.Lima privinsi yang dimaksud adalah Jawa Timur, Jawa tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara."Lima provinsi itu kita target karena pemakaian alat medis dengan teknologi radiasi terus meningkat," kata As Natio Lasman, Kepala Bapeten saat ditemui dalam konferensi pers Konferensi Internasional tentang Sumber, Efek, dan Risiko Radiasi di Denpasar, Bali, Kamis (10/10/2013). Alat-alat medis yang memakai teknologi radiasi antara lain mesin sinar X atau rontgen dan alat diagnosis Magnetic Resonance Imaging (MRI).Natio mengungkapkan, pengawasan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa alat dengan teknologi radiasi punya izin, digunakan oleh pihak yang tepat, dan berfungsi baik.Pengawasan alat tersebut penting karena radiasi yang ditimbulkan, bila melebihi ambang batas, akan merugikan pasien, sepert…